Calo Menang Banyak, Suporter Tuntut Menang WO

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Ribuan tiket hangus sia-sia di Stadion Gelora Andi Matalatta, Minggu, 28 Juli. Imbas dari ditundanya laga leg kedua final Piala Indonesia.

Banyak pendukung dan pencinta PSM yang sudah jauh-jauh datang ke Makassar.

Salah satunya, Iswan yang jauh-jauh datang dari Maros. Ia rela membeli tiket untuk tribun terbuka dengan harga Rp90 ribu lewat calo. Sementara harga normal seharusnya dipatok dengan nominal Rp30-35 ribu. Penundaan laga tak pelak membuatnya sangat kecewa.

“Bayangkan, untuk masuk (stadion) saja susah sekali. Temanku juga kubelikan (dari calo). Sepupuku dari Surabaya juga mau menonton,” tutur Iswan yang terpaksa merelakan uangnya melayang.

Ia tak tahu harus mengadu kemana untuk mengganti tiketnya yang sudah hangus. Ketua Redgank Borneo, Rahmat yang jauh-jauh datang dari Kalimantan juga kecewa. Seharusnya laga tak ditunda dengan dalih keamanan yang dilayangkan pihak Persija.

“Kami suporter menolak (ditunda). Kami datang jauh-jauh untuk menjemput piala. Kami datang dari Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan ini seharusnya tidak bisa ditunda. Bahwasanya ada masalah itu dinamika yang di mana-mana terjadi,” tegasnya.

Manajemen PSM berjanji mengembalikan uang yang telah terbayarkan untuk membeli tiket. “Saya memohon permintaan maaf kepada seluruh pencinta PSM. Untuk penggantian tiket, administrasinya akan diurus panitia pelaksana,” beber CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin.

Hanya saja, rencana pengembalian uang hanya dalam bentuk harga normal atau standar. Artinya, harga tiket tribun terbuka Rp35 ribu, VIP utara dan selatan, Rp150 ribu, dan Rp200 ribu untuk VIP utama.

Di pihak suporter, Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), Uki Nugraha menuding alasan keamanan hanya menjadi akal-akalan Persija yang memang enggan bertanding.

“Mana ada kita pernah rusuh. Kita malah menghargai semua pihak keamanan yang mau bersusah payah ikut menjaga kita di stadion ini. Kita seharusnya menang WO saja kalau begini,” serunya.

Sekjen Redgank, Sadat juga menyebut aturan pertandingan seharusnya bisa mengangkat PSM sebagai juara karena menang WO. Sejak awal, Persija tak berniat menjalani laga, sehingga langsung meninggalkan Makassar begitu saja.

(mam-tam/yuk)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 29 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami