Calon Menteri BUMN Harus Bersih dari Konflik Kepentingan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Salah satu pos menteri yang kerapa menuai sorotan dari berbagai kalangan dan pakar adalah kursi Menteri BUMN. Perdebatan yang muncul adalah, siapakah figur yang layak, dari kalangan profesional atau kader parpol?

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara Adi Prasetyo mengatakan, posisi Menteri BUMN sebaiknya dipegang oleh kalangan profesional yang mengerti terkait pengelolaan perusahaan negara ini ke depan.

Selain itu, ia juga berharap sosok kandidat menterinya harus memiliki visi BUMN ke depan sebagai pendorong perekonomian nasional dan sebagai pengungkit kesejahteraan rakyat.

“Sebaiknya menteri BUMN dipegang oleh sosok yang punya pemikiran reformis agar dapat diarahkan lebih profesional,” kata Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu (20/10).

Sebelumnya, beberapa nama bermunculan menjelang pengumuman susunan Kabinet Kerja jilid II. Salah satu nama yang beredar untuk mengisi posisi Menteri BUMN ini adalah Mantan Ketua Tim Kampanye (TKN) sekaligus pengusaha terkenal Erick Thohir.

Ada kekhawatiran, jika posisi Menteri BUMN dipegang mantan ketua tim sukses dan pengusaha maka bisa rentan dengan konflik kepentingan. Terutama antara bisnis pribadinya dengan perusahaan plat merah.

Karena itu, Prasetyo berharap, konflik kepentingan dalam pengelolaan BUMN harus dihindari. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sebaiknya kandidat tidak memiliki keterkaitan dengan politik.

“Karena akan sangat berisiko bagi tata kelola BUMN yang berpegang pada Good Corporate Governance,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 21 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami