Catut Nama Kapolres, Perangkat Desa Tertipu Rp 150 Juta

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto. (sofankurniawan/radarmojokerto.id)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dugaan tindak pidana penipuan memanfaatkan informasi teknologi belakangan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaiamana tidak, para pelaku bahkan tidak segan memanfaatkan nama pimpinan kepolisian di Mojokerto. Hasilnya, komplotan ini berhasil membawa uang seorang perangkat Desa Bening, Kecamatan Gondang, Khoridon, sebesar Rp 150 juta. Kini kasusnya sudah dilaporkan ke Mapolresta Mojokerto.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Dewa Putu Primayoga membenarkan laporan tersebut. Menurut Dewa, komplotan pelaku yang saat ini sedang sedang dalam perburuan tim resmob diduga sengaja menggunakan nama instansi kepolisian untuk menakut-nakuti korban. Pelaku juga mencatut nama Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, dan dirinya. Hal itu digunakan oleh pelaku untuk memeras korban. ’’Korban mengalami kerugian Rp 150 juta,’’ ungkap Dewa kemarin.

 Uang ratusan juta yang berhasil dibawa komplotan ini ditransfer melalui rekening bank. Tidak hanya satu rekening. Korban juga diminta mentrasfer uang Rp 150 juta ke tiga nomor rekening berbeda, dan dengan nama berbeda. Di antaranya atas nama Abdilah Bagir, Kamal Romadhon, dan Nugroho. Masing-masing rekening tersebut ditransfer sebesar Rp 50 juta. ’’Saat itu, korban baru curiga karena dimintai transfer secara terus-menerus oleh pelaku. Baru setelah itu dilakukan pengecekan ke polres,’’ tegasnya.

Kasus ini sempat membuat Dewa terkejut. Sebab, selama ini, pihaknya tidak pernah menghubungi korban. Apalagi, meminta transfer sejumlah uang. Dewa juga mengaku sama sekali tidak mengenal korban. Sehingga, ia menduga, modus korban sengaja mencatut nama kapolres dan dirinya terlebih untuk menakut-nakuti korban. Dengan lebih dulu menghubungi korban melalui sambungan telepon. ’’Kebetulan foto profil whatsapp yang dipakai pelaku juga memakai foto saya,’’ terang Dewa.

Sehingga, korban dengan mudah percaya, bahwa orang yang menghubunginya adalah kasatreskrim. ’’Dugaan awal, pelaku mengambil foto saya di internet. Dan pelaku juga menakut-nakuti atau mengancam korban,’’ katanya. Jika melihat cara korban, kata dia, diduga pelaku merupakan jaringan sidrap atau bekerja secara berkelompok. Pelaku yang menelepon maupun menerima telepon berbeda orang. Tapi masih dalam satu jaringan. ’’Nah, ini yang dilakukan pelaku untuk membuat korban percaya. Komplotan terseruktur, dan cara kerjanya sistematis,’’ tegasnya.

Terbukti, setelah pelaku mencatut nama Dewa, untuk meyakinkan korban, sebelum akhirnya diminta mentransfer sejumlah uang, pelaku meminta korban menelepon kepada nomor yang seakan-akan adalah Kapolresta AKBP Bogiek Sugiyarto. ’’Pelaku lain yang juga satu jaringan ini sudah didesain mengaku sebagai kapolresta. Tapi aneh juga, kok malah bawa nama-nama kapolresta,’’ tegasnya.

Tak berselang lama setelah menerima laporan, Dewa mengaku pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Siber Polda Jatim untuk melacak nomor handphone pelaku. Hasilnya, lanjut Dewa, diketahui keberadaan nomor tersebut berada di wilayah Sulawesi. ’’Intinya, kelompok penipu ulung. Ini sudah menjadi jaringan nasional. Saya juga pernah dengar penipuan ini di Polrestabes Surabaya. Modusnya sama, mengatasnamakan satuan polisi,’’ tegasnya.

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto mengaku baru mendengar modus penipuan yang mencatut dirinya. ’’Saya malah baru dengar dan monitor soal penipuan ini,’’ ungkapnya. Pihaknya menegaskan selama ini juga tidak mengenal korban. Apalagi, mempunyai nomor telepon korban, hingga akhirnya melakukan tindakan penipuan. Atas peristiwa ini, kapolresta berpesan agar masyarakat berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Apalagi, sampai memberi uang. Menyusul, sudah banyak modus kejahatan semacam itu. ’’Pokoknya jangan sampai termakan modus kejahatan seperti itu. Tidak ada kita minta-minta (uang),’’ pungkasnya. (radarmojokerto.jawapos.com)

  • Dipublish : 7 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami