Cegah Corona, Kota Surabaya Pasang Kipas Penyemprot Desinfektan di Pasar Tradisiona

Pasar Keputran Kota Surabaya dipasang kipas semprot disinfektan antisipasi penularan Covid-19. (Humas Pemkot Surabaya/Antara)
Pasar Keputran Kota Surabaya dipasang kipas semprot disinfektan antisipasi penularan Covid-19. (Humas Pemkot Surabaya/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur, dipasang kipas penyemprot desinfektan. Itu sebagai antisipasi agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Direktur Teknik Usaha PD Pasar Surya Muhibiddin mengatakan, pihaknya memasang empat unit kipas angin yang menyemprotkan desinfektan di Pasar Keputran Utara dengan rincian tiga unit dipasang di lantai bawah, sedangkan satu unit di lantai atas. Tujuan pemasangan kipas angin yang menyemprotkan desinfektan adalah untuk menanggulangi virus di pasar tradisional. Sebuah kipas angin yang diberi desinfektan dapat menyemprotkan sebanyak 40 liter.

”Kami sesuaikan dengan daya yang terpasang di masing-masing unit. Jika dayanya kurang, kami pindah atau kurangi,” kata Muhibiddin seperti dilansir dari Antara pada Senin (30/3).

Muhibiddin menjelaskan, apabila kipas menyala terus diperkirakan lama semprotan sekitar tiga jam. Tapi bergantung juga dengan speed (kecepatan) kipas. Pemasangan kipas angin yang menyemprotkan desinfektan tak hanya di Pasar Keputran. Rencananya, PD Pasar Surya juga memasang di pasar tradisional lain di bawah naungan PD Pasar Surya.

”Di Pasar Tambah Rejo, Kapas Krampung, akan kami pasang. Kami koordinasi dengan pemerintah kota. Tapi kami harus siapkan titiknya dahulu. Jadi tidak bisa asal menaruhnya karena di tiap lokasi ada batasan dayanya,” kata Muhibiddin.

Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyemprotan desinfektan di pasar tradisional bertujuan untuk mengurangi mikroorganisme dan virus. Langkah lain yang dilakukan pemerintah kota untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar, yakni dengan mendisiplinkan pedagang supaya mereka mau cuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. ”Di pasar banyak aktivitas sehingga perlu penyemprotan ini,” kata Agus Hebi.

Mengenai penutupan pasar sementara, Agus Hebi menegaskan, belum akan dilakukan karena belum ada kebijakan dari Pemkot Surabaya. Untuk itu, sebanyak 81 pasar tradisional di Surabaya tetap buka. “Khawatirnya, kalau ada penutupan panic buying dan sebagainya. Kita tak menginginkan itu,” ujar Agus Hebi.

Untuk meminimalisir mikroorganisme dan virus, kata dia, di pasar-pasar tradisional akan disemprot desinfektan empat hari sekali dan hal itu terus dilakukan Pemkot Surabaya. (atr/jp/jm)

  • Dipublish : 30 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami