Cegah Covid-19 Awak Kapal Asing Tak Boleh Turun di Kalimantan Tengah

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit melakukan skrining menggunakan alat thermal scanner portable kepada salah satu ABK kapal asing. (KKP Kelas III Sampit/Antara)
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Sampit melakukan skrining menggunakan alat thermal scanner portable kepada salah satu ABK kapal asing. (KKP Kelas III Sampit/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kalimantan Tengah,- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menyebutkan, pemerintah provinsi siap mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dinkes terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengeleminasi berbagai kemungkinan penyebaran virus, termasuk melarang awak kapal asing turun ke daratan di Kalteng. ”Melalui instansi terkait, kami mulai menyekat agar awak kapal asing tidak ke daratan. Cukup berada di kapalnya terus,” kata Suyuti di Palangka Raya seperti yang dilansir dari Antara pada Jumat (6/3).

Selain itu. Kata Suyuti, pihaknya telah menyiapkan rumah sakit rujukan yang dilengkapi ruang isolasi di Palangka Raya. Selama ini, pasien yang dirujuk dan masuk ruang isolasi dinyatakan negatif. Berdasar data, ada lima pasien yang telah ditangani. Empat diisolasi terdiri atas dua pasien sudah keluar dinyatakan negatif dan dua orang lagi masih menunggu hasil. ”Kemudian satu lainnya karena telah melewati masa inkubasi, hanya kami pantau di luar dan dinyatakan aman,” ujar Suyuti.

Dia menjelaskan, ada dua kategori dalam penangana viris tersebut. Yakni pasien dengan pantauan dan orang dengan pantauan. Pasien dengan pantauan itu dimasukan ke ruang isolasi. Sedangkan orang dengan pantauan hanya dipantau. Namun, pada dasarnya dia dalam kondisi aman dan tidak bermasalah.

Suyuti meminta masyarakat peduli dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Rutin mencuci tangan dan tidak melakukan budaya cium pipi untuk saat ini. Masyarakat juga diminta tidak panik dan tidak melakukan aksi borong masker.

”Itu tindakan sia-sia jika yang menggunakan masker adalah seseorang yang sehat, sedangkan yang sakit tidak menggunakan masker. Secara statistik, angka kematian penyakit ini tak beda jauh dengan penyakit lain yakni 2 hingga 3 persen,” jelas Sayuti.

”Selama ini berdasar data, mereka yang meninggal karena virus Covid-19 hampir semuanya memiliki penyakit lain atau komplikasi. Rata-rata juga memiliki usia sudah tua,” tambah Suyuti. (jp)

  • Dipublish : 6 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami