Cegah Kabur, Rumah Karantina Diperketat

STERILISASI: Pemudik yang baru tiba di rumah karantina Grha Wisata Niaga, Sriwedari disemprot menggunakan cairan antiseptic. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
STERILISASI: Pemudik yang baru tiba di rumah karantina Grha Wisata Niaga, Sriwedari disemprot menggunakan cairan antiseptic. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SOLO – Pemkot memperketat pengamanan rumah karantina bagi pemudik dari daerah zona merah korona di Grha Wisata Niaga, Sriwedari. Itu menyusul adanya salah seorang pemudik yang berusaha kabur dari lokasi tersebut, Jumat petang (10/4).

Sekadar informasi, pemudik tersebut mengelabui petugas dengan berpura-pura hendak mengambil pesanan makanan yang diantar driver ojek online (ojol).

“Pemudik ini masuk rumah karantina Grha Wisata Niaga, Jumat (10/4) sekitar pukul 08.00. Sorenya berusaha kabur,” terang koordinator lapangan rumah karantina Singkirno, Sabtu (11/4).

Beruntung, dengan kesigapan petugas, orang dalam pemantauan (ODP) asal Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres tersebut berhasil diamankan di sekitar Pasar Singosaren sekitar pukul 20.00.

“Petugas yang mengamankan pemudik itu mengenakan alat pelindung diri (APD). Kami juga mengimbau seluruh petugas yang menjaga pemudik yang di lokasi karantina tetap humanis. Mereka ini kan bukan tahanan, bukan kriminal, jangan sampai mereka stres,” tandasnya. Pasca kejadian tersebut, pengamanan di semua rumah karantina di Kota Bengawan diperketat.

Sementara itu, hingga kemarin, jumlah pemudik yang dikarantina di Grha Wisata Niaga sebanyak 28 orang, di Dalem Joyokusuman ada empat orang, dan di Dalem Priyosuhartan masih nihil.

Semua pemudik dari zona merah Covid-19 wajib menjalani karantina selama 14 hari di tiga lokasi yang telah disediakan pemkot. Kebutuhan makan tiga kali sehari dijamin. Mereka juga mendapat fasilitas tempat olahraga. Antara lain tenis meja.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Surakarta Agus Sis Wuryanto menuturkan, jumlah personel keamanan yang siaga di rumah karantina ditambah. Melibatkan anggota perlindungan masyarakat (Linmas) lingkungan maupun linmas kota, serta anggota satpol PP Kota Surakarta. Mereka bakal lebih rutin berkeliling memastikan kondisi di rumah karantina.

” Sisir pagar maupun pintu keluar masuk. Lebih ketat tidak masalah, yang penting upaya karantina selama 14 hari bisa berjalan lancar,” ujarnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

  • Dipublish : 12 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami