Cegah Korona, Pemerintah Diminta Awasi Angkutan Umum Perseorangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Saat ini pemerintah tengah dilanda kekhawatiran adanya penyebaran virus Covid-19 yang lebih masif lagi di Indonesia. Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna pun menyarankan, agar pemerintah harus lebih mengetatkan lagi arus orang berlalu-lalang di fasilitas publik, khususnya transportasi umum.

Namun, pemerintah disarankan untuk tidak hanya mengawasi kendaraan umum yang berbentuk korporasi saja. Angkutan umum yang dikelola secara perseorangan pun juga harus diperhatikan.

“Yang paling sulit itu adalah angkutan umum yang dikelola secara perseorangan, kayak angkot-angkot itu dan angkutan wisata di daerah itu kan juga perseorangan, itu kan cukup berat kalau mereka harus menyediakan hand sanitizer dan lain-lain,” kata dia kepada JawaPos.com, Minggu (15/3).

Selain itu, dia juga meminta agar pemerintah memperbanyak petugas kesehatan dan keamanan di lapangan untuk melakukan pengecekan kepada para penumpang. Sebab, jika tidak, kejadian yang tidak diinginkan kemungkinan bisa terjadi.

“Kereta api, transjakarta itu pengetatan perlu diberlakukan. Kemudian di stasiun dan halte itu perlu thermal scanner untuk identifikasi, itu kan jumlahnya banyak (halte dan stasiun), itu jumlahnya banyak, pasti petugasnya keteteran itu. Jadi harus ditambah perangkat orang di lapangan jika ingin memantau,” tambahnya.

Pemerintah yang tidak sigap menangani penyebaran korona di tempat umum, menurutnya akan membuat masyarakat yang biasanya menggunakan angkutan umum menjadi khawatir dan enggan untuk menggunakannya.

“Jadi kalau misalnya, orang melihat angkutan umum tidak aman dan nyaman akan ada kecenderungan orang akan menggunakan kendaraan pribadi, karena ingin menghindar kontak langsung dengan orang lain,” ungkapnya.

Untuk masyarakat sendiri pun diimbau agar memiliki kesadaran akan kesehatan dirinya. Jika ingin bepergian, pastikan untuk berada dalam kondisi keadaan yang prima.

“Kalau saya lihat di kereta api, banyak orang yang masih batuk-batuk tapi tidak pakai masker. Sekarang diimbau saja dengan sistem isolasi secara mandiri, jadi orang merasa sakit, merasa tidak sehat atau ada gejala-gejala mendingan tidak usah pergi,” tutupnya. (jp/jm)

  • Dipublish : 15 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami