Cegah Pandemi Lagi, Vaksin Flu Universal Chimeric Hemagglutinin Diuji

ILUSTRASI.
ILUSTRASI.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pandemi Covid-19 menyadarkan masyarakat dunia tentang bahaya penyakit flu dan virusnya. Apalagi penyakit influenza merupakan penyakit musiman yang juga dikaitkan dengan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Kini belajar dari pengalaman, para ilmuwan merumuskan vaksin flu universal berbasis Chimeric Hemagglutinin untuk memberikan kekebalan.

Vaksin semacam itu akan menawarkan perlindungan jangka panjang terhadap berbagai jenis flu, yang dapat bermutasi dan berevolusi. Solusi baru ini baru saja menyelesaikan tahap pertama uji klinis pada manusia, yang dirancang untuk mengevaluasi keamanannya.

Sudah diuji pada tahap awal atau fase 1 terhadap 65 orang. Vaksin ini dianggap sebagai awal yang menjanjikan untuk penyelamat hidup jangka panjang.

“Vaksin virus influenza yang menghasilkan kekebalan luas kemungkinan besar akan melindungi dari subtipe atau galur virus influenza yang muncul dan secara signifikan akan meningkatkan kesiapsiagaan pandemi kita, menghindari masalah pandemi influenza di masa mendatang seperti yang kita lihat sekarang dengan Covid-19,” kata ahli mikrobiologi Florian Krammer, dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City seperti dilansir dari Science Alert, Senin (14/12).

“Vaksin chimeric hemagglutinin ini adalah kemajuan besar dibandingkan vaksin konvensional yang sering tidak cocok dengan galur virus yang beredar, memengaruhi keefektifannya. Selain itu, vaksinasi ulang individu setiap tahun merupakan upaya yang besar dan mahal,” katanya.

Hanya butuh dua atau tiga suntikan vaksin berbasis chimeric hemagglutinin (HA) akan cukup untuk mendorong sistem kekebalan tubuh mengembangkan kekebalan. Vaksin ini dinamai demikian karena menargetkan protein hemagglutinin yang mengikat virus influenza menjadi reseptor sel inang di dalam tubuh. Vaksin influenza biasanya mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi yang menargetkan domain kepala globular, atau ujung protein.

“Keunggulan dari vaksin ini tidak hanya luas, tetapi multifungsi dengan antibodi yang dapat menetralkan berbagai jenis virus influenza,” kata ahli mikrobiologi Adolfo García-Sastre, dari Icahn School of Medicine.

“Vaksin universal ini bisa sangat bermanfaat bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang tidak memiliki sumber daya atau logistik untuk memvaksinasi populasi mereka setiap tahun terhadap influenza,” kata peneliti.

Para peserta yang menerima suntikan mengembangkan respons kekebalan yang kuat yang bertahan setidaknya 18 bulan. Karena ini baru uji coba tahap 1, peneliti sedang meneliti keamanannya.

Selama beberapa tahun ke depan, para peneliti akan sibuk mengembangkan vaksin serupa untuk menargetkan kelompok penyakit influenza lainnya. Sehingga dunia bisa mencegah musim flu yang berbahaya. Penelitian tersebut telah dipublikasikan di Nature Medicine. (jp)

  • Dipublish : 14 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami