Cegah Virus Corona, Arab Saudi Larang Umroh dan Wisatawan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

RIYADH- Arab Saudi telah menghentikan sementara izin umrah dan wisata. Kebijakan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.

Dilansir Arabnews, para peziara yang telah mengunjungi Masjid Nabawi dan melakukan ritual keagamaan, langsung dihentikan.

Kebijakan Arab Saudi ini merupakan salah satu cara batasan yang besara yang diumumkan pada Kamis (27/2) pagi. Otoritas kesehatan Arab Saudi memantau dengan cermat penyebaran virus.

“Para turis atau peziara dari negara-negara yang dinilia memiliki risiko penyebaran virus corona yang tinggi, akan ditolak,” demikian bunyi pernyataan otoritas Arab Saudi, pada Kamis (27/2).

Selain itu, warga negara Saudi dan warga negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dilarang menggunakan kartu identitas nasional untuk melakukan perjalanan ke dan dari Arab Saudi untuk sementara waktu.

Pengecualian untuk hal ini akan diberikan kepada orang Saudi yang ingin kembali ke negaranya dan warga negara-negara GCC yang berada di Arab yang ingin kembali ke negara asal mereka, asalkan mereka meninggalkan atau memasuki Kerajaan menggunakan kartu identitas nasional.

Sejumlah pengamanan diperketata. Otoritas kesehatan yang telah ditempatkan di sejumlah titik pintu masuk, akan memverifikasi negara mana yang dikunjungi wisatawan sebelum masuk ke Arab Saudi

Pejabat Saudi menekankan bahwa pembatasan itu bersifat sementara dan akan terus ditinjau oleh otoritas kesehatan.

Mereka menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk dan implementasi upaya internasional untuk membatasi penyebaran virus, dan Kementerian Luar Negeri mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara yang paling parah terkena virus corona.

Hampir 7 juta peziarah mengunjungi Kerajaan setiap tahun, sebagian besar dari mereka tiba di bandara di Jeddah dan Madinah.

Sebelumnya, terungkap bahwa tujuh orang Arab Saudi di Bahrain dan Kuwait terinveksi virus corona. Kementerian Kesehatan Bahrain mengatakan enam wanita Saudi telah dites positif terkena virus.

Mereka tiba di Bandara Internasional Bahrain dengan penerbangan dari Iran. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara ini mencapai 26. Studi di sekolah dan universitas telah ditangguhkan selama dua minggu dalam upaya untuk membatasi penyebaran virus.

Kuwait mengumumkan kasus pertama warga negara Saudi yang terinfeksi oleh virus tersebut. Pria itu, yang telah tiba di negara itu dari kota Mashhad Iran, telah ditempatkan di karantina selama 14 hari. Ada 26 kasus yang dikonfirmasi dari virus sampai saat ini di Kuwait. (fin/jm)

  • Dipublish : 27 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami