Cetak SDM Unggul, Anggaran Rp 1,162 T Disiapkan

FOTO: FIN DALAM KAJIAN: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memberikan penjelasan terkait progres rencana pemindahan Ibu Kota Negara, kemarin.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah telah menyiapkan empat proyek utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Anggaran yang disediakan untuk proyek tersebut mencapai Rp 1,162 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk mencetak SDM unggul diperlukan terobosan dan inovasi. Karenanya, pemerintah menyiapkan empat program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Anggaran yang disediakan Rp1.162,83 triliun.

Bambang merinci, proyek utama yang pertama, yaitu percepatan pengurangan jumlah kematian ibu dan stunting.

“Untuk program Kedua, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0,” katanya dalam siaran persnya, Kamis (15/8).

Program ketiga, lanjutnya, adalah pembangunan science technopark dengan mengoptimalisasi Triple Helix di empat universitas utama.

“Dan Keempat, digitalisasi dan integrasi bantuan sosial,” katanya.

Bambang menambahkan pemerintah telah memproyeksikan dana yang besar bagi empat proyek utama ini dengan rincian Rp26 triliun untuk percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. Lalu Rp330,1 triliun untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0.

“Dana Rp2,8 triliun untuk pembangunan science technopark (optimalisasi triple helix di empat major universitas). Dan terakhir Rp803,93 triliun untuk digitalisasi dan integrasi bantuan sosial,” terangnya.

Bambang, juga menjelaskan kementerian/lembaga (K/L) yang menjadi penyelenggaranya untuk projek utama pertama adalah Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, KPPPA, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, dan Kementerian Pertanian.

Sedangkan proyek utama kedua akan dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, dan 11 K/L lainnya.

“Untuk proyek utama ketiga akan dilakukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor,” bebernya.

Lalu proyek keempat, atau yang terakhir akan dilakukan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Bambang juga berpendapat dalam era disrupsi ini bukan pengangguran yang muncul, tapi muncul lapangan pekerjaan baru yang dapat diisi oleh banyak orang, serta memberikan kenyamanan untuk memudahkan kehidupan dari sebelumnya.

“Era Industri 4.0 tidak dapat dicapai dengan cara yang biasa atau business as usual. Harus ada cara terobosan dalam pembelajaran dan pikiran yang inovatif,” katanya.

“Bahkan proses belajar-mengajar bukan satu arah seperti dahulu, di mana guru menjadi pusatnya karena justru murid yang menjadi pusatnya. Cara belajar pun bercampur antara tatap muka dan mengajar melalui sarana daring, yang mendukung upaya mencetak SDM unggul,” lanjutnya.(gw/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 16 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami