Chelsea vs Burnley: Wajib Keluar dari Inkonsistensi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

LONDON – Dalam 16 laga terakhir, performa Chelsea benar-benar inkonsisten. Mereka tak pernah mengalami kemenangan beruntung. Situasi seperti itu membuat tactician Chelsea Frank Lampard geram sekaligus waswas.

Sebab, Chelsea dituntut tampil konsisten saat menghadapi Burnley nanti malam (Kickoff Mola TV Pukul 22.00). Ini ditempuh untuk memberi jarak bagi dua pengincar zona Champions, Manchester Untied (5) dan Tottenham Hotspurs (6). Chelsea kini berada di posisi empat dengan raihan 36.

Dalam pre-match press conference di Cobham, Jumat (10/1), Lampard menyatakan bahwa pertandingan melawan Burnley tak ubahnya laga bigmatch lainnya. ’’Kami akan melakukan apa pun agar bisa melaju. Kami juga akan bertarung habis-habisan,’’ tutur pelatih termuda (41 tahun) Premier League 2019–2020 itu seperti dilansir Football London. Lampard jelas akan berusaha keras untuk tak tersandung lagi. Anak asuh Frank Lampard sedang memiliki kepentingan mengamankan posisi empat besar papan atas.

Berkaca dari dua laga sebelumnya di Premier League, The Blues terbilang sulit meraih poin mutlak. Masing-masing kalah 0-2 oleh Southampton (22/12/2019) dan seri 1-1 kontra Brighton (1/1). Chelsea baru bisa bangkit saat menjamu klub Divisi Championship, Nottingham Forest. Tammya Abraham dan kolega menorehkan dua gol tanpa balas pada babak tiga Piala FA di Stamford Bridge, Minggu (5/1) lalu. ’’Saya sangat menyadari situasi itu (tak pernah menang di kandang, Red),’’ ucap Lampard kepada Chelsea TV. ’’Berarti bakal banyak pekerjaan yang harus dibereskan,’’ lanjutnya.

Untuk mengubah inkonsistensi menjadi konsisten, Lampard kerap beradu mulut dengan para pemainnya. Baik dalam lapangan maupun di ruang ganti. Dirinya pun tak ragu menyebut perilaku pemainnya kepada media. Salah satunya korbannya adalah gelandang Chelsea, Ross Barkley. Menurutnya, Super Frankie-julukan Lampard- kerap menegurnya saat melakukan kesalahan. Kendati demikian, Barkley tak sungkan menyebut Lampard adalah sosok yang berada di belakangnya saat patah semangat.

Pada Oktober lalu, pemain asli Inggris itu sempat terlibat cekcok dengan dengan seorang sopir taksi di Liverpool tiga hari sebelum pertandingan Liga Champions melawan Lille. Saat itu, Barkley menumpahkan keripik di dalam taksi. Ia pun menolak untuk memberikan ongkosnya. Hingga akhirnya terjadi kekacauan. Atas insiden itu, Barkley disebut sebagai orang yang “naif” oleh Lampard.”Setelah itu, saya sadar untuk belajar lebih rendah hati meski menyandang sebagai pemain Chelsea.

Kendati mendapat gelar tak mengenakkan, Lampard menjadi sosok yang membelanya untuk sembuh dari cedera. Usai jeda internasional, Barkley mengalami cedera engkel. Itu terjadi usai Chelsea menang melawan Newcastle. Tak sampai disitu saja, cederanya diperparah dengan tulang kaki kanannya terkelupas.

Saat Chelsea melawan Nothingham Forrest, Barkley diturunkan danmencetak satu gol dalam laga tersebut. Ini tentu menjadi pertimbangan Manajer Inggirs Gareth Southgate untuk kembali ke skuat Three Lions. Tentunya ini imbal dari Frank Lampard yang menginginkannya untuk tetap fokus bersama The Blus. ”Saat ini, saya hanya ingin fokus untuk membantu Chelsea berjuang hingga akhir musim.,” tandasnya. (fin/tgr)

 

  • Dipublish : 11 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami