Ciduk Pasangan Tak Sah, Pergoki Pegawai Kontrak Siang Bolong

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SINGARAJA,- Pengunjung penginapan dan pondok wisata yang ada di Desa Tukad Mungga, Desa Anturan, kawasan pariwisata Lovina terperanjat dan panik.

Mereka kaget setelah melihat kedatangan petugas Satpol PP Kecamatan Buleleng, aparat kepolisian Polsek Kota Singaraja, dan aparat TNI Koramil 1619-01/Buleleng melakukan razia.

Mereka tak bisa berbuat banyak ketika terciduk berdua di lokasi penginapan. Celakanya, saat digeledah oleh petugas, mereka tak mampu menunjukkan dokumen resmi sebagai pasangan yang sah.

Bahkan, ada juga yang tidak membawa identitas kependudukan. Razia yang digelar Senin siang (9/9) sekitar pukul 13.00 dipimpin langsung Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

Tim menyasar lima lokasi penginapan. Yakni penginapan Ume Sari, Lilacita II, III, penginapan Lumbung Sari, dan Pondok Wisata.

Hasilnya, petugas memergoki enam pasangan di luar nikah sedang asyik memadu kasih. Di antaranya ada yang berasal dari Panji Anom, Buleleng, Seririt, Busungbiu dan Sukasada.

Parahnya dari enam pasangan, petugas menemukan salah seorang pegawai kontrak berdinas di Kecamatan Sukadasa sedang berduaan di kamar ketika jam kantor.

Dari enam pasangan tersebut semuanya tidak dapat menunjukkan dokumen resmi sebagai pasangan yang sah secara hukum.

Petugas pun terpaksa harus memberikan sanksi dengan melakukan penyitaan terhadap identitas KTP milik pasangan tersebut. Selanjutnya mereka akan memberikan keterangan lebih lanjut ke Kantor Camat Buleleng.

Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, razia mendadak ini bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat.

Seperti prostitusi, peredaran miras dan narkoba. Yang lebih penting, mengurangi kekisruhan rumah pada pasangan suami istri yang belum lama ini sempat viral di media sosial, karena kedapatan selingkuh di penginapan.

“Disamping itu razia ini untuk mengecek kelengkapan perizinan dari usaha pemilik penginapan. Tidak kalah pentingnya razia ini untuk menekan

angka penderita HIV AIDS di Buleleng yang kini mencapai 3 ribu lebih penderita,” ujar Gede Dody ditemui di lokasi razia penginapan.  (rb/jul/mus/JPR)

 

Sumber: radarbali.jawapos.com

  • Dipublish : 10 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami