Corona Mengganas di Amerika, Donald Trump Salahkan Cina, WHO hingga Obama

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

NEW YORK – Seolah tidak mau disalahkan soal penanganan virus corona di Amerika Serikat, Donald Trump justru menyalahkan beberapa pihak. Tuduhan Trump yang pertama ke media. Kemudian, gubernur Demokrat, lalu Cina, Presiden Barack Obama, dan pengawas federal, hingga sekarang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disalahkan.

Trump menelusuri daftar panjang pihak-pihak yang di-kambing hitam kan. Seolah Trump berupaya untuk mengalihkan perhatian setelah para kritikus menyalahkan pemerintah terkait lambannya pencegahan corona di negara paman sam itu

Gubernur Demokrat dituding bersalah atas dugaan salah urus garis depan covid-19. Kemudian Media, pertama karena menunjukkan ancaman virus ke masyarakat. Lalu, Inspektur jenderal federal, dituduh berkonspirasi untuk membuat Gedung Putih terlihat buruk dalam penanganan corona.

Bahkan mantan Presiden Obama. Ia disalahkan karena dianggap tidak mempersiapkan kebijakan secara memadai. China, dituduh menutupi data kesehatan yang mengkhawatirkan. Dan sekarang WHO, Trump mengancam akan menahan pendanaan AS untuk WHO. Menurut Trump, WHO telah merekomendasikan cara penanganan corona yang salah.

Awal Maret lalu, ketika Amerika mulai diserang corona, Trump menyatakan tak bersalah. “Saya tidak bertanggung jawab sama sekali, karena kurangnya pengujian,” kata dia.

Namun pada pekan lalu, Trump mengaku kewalahan menangani ancaman corona di AS. “Aku tidak bisa melakukannya lebih baik,” katanya.

Dilansir Wordometers, Amerika Serikat kini punya total kasus positif corona tertinggi di dunia yakni sebanyak 435,160 kasus pada Kamis (9/4). Dan total kematian sebanyak 14,797 kasus. Dari jumlah itu. New York menjadi salah satu kota yang jadi epicentrum corona virus.

Jumlah kasus Coronavirus di New York saja mendekati 150.000 pada hari Rabu kemarin. Sebagai pihak berwenang mengatakan, jumlah itu bukan jumlah resmi yang masih jauh lebih banyak. Dokter dan perawat mengatakan tidak hanya lansia atau pasien dengan kondisi kesehatan yang mendasar. Tetapi anak muda juga termasuk yang paling banyak terpapar virus corona di sana. (dal/fin).

  • Dipublish : 9 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami