Corona Renggut Dua Nyawa di Singapura, Salah Satunya WNI

Seorang wisatawan menutup mukanya dengan masker saat melintas di The Rain Vortex display di Bandara Changi, Singapura. Foto: AFP/Roslan Rahman
Seorang wisatawan menutup mukanya dengan masker saat melintas di The Rain Vortex display di Bandara Changi, Singapura. Foto: AFP/Roslan Rahman
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SINGAPURA-Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan adanya dua kasus kematian akibat COVID-19, Sabtu (21/3). Dua korban tewas itu adalah wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun. Keduanya dilaporkan meninggal pada Sabtu pagi.

Di Singapura, ada 385 kasus infeksi COVID-19 dan sejauh ini berhasil meminimalisir kematian sejak wabah mulai dilaporkan di sana pada akhir Januari.

“Saya tahu warga Singapura akan khawatir dan cemas. Tetapi kita harus berani dan tidak menyerah pada ketakutan kita,” kata Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yon kepada wartawan seperti dilansir Reuters.

Gan Kim Yon menyatakan, WNI yang menjadi korban corona datang ke Negara Kota itu pada 13 Maret. Dia dirawat di rumah sakit setelah diketahui menderita pneumonia dan riwayat penykit jantung. WNI tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama Sembilan hari di rumah sakit.

Sebelum kedatangannya di Singapura pada 13 Maret, lelaki Indonesia itu dirawat di rumah sakit karena pneumonia, dan memiliki riwayat penyakit jantung. Dia meninggal setelah sembilan hari dalam perawatan intensif di Singapura.

Dari hasil diagnosis, wanita Singapura yang meninggal memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi. Dia dirawat di rumah sakit sejak 26 hari lalu. Hingga Jumat, Singapura melaporkan 131 pasien telah sepenuhnya pulih dari infeksi.

Singapura telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona. Negara kecil itu menangguhkan semua pertemuan yang terdiri dari 250 orang atau lebih dan menyarankan perusahaan untuk meminta staf bekerja dari rumah.

Semua orang, termasuk warga negara yang memasuki negara tersebut harus melakukan karantina sendiri selama 14 hari. Singapura juga berusaha mencegah warganya untuk bepergian ke luar negeri.(wsa/fin/rtr)

  • Dipublish : 21 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami