Covid-19 Pengaruhi Kemampuan Berqurban

FOTO: FAISAL R. SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PAGARALAM – Melihat laju perekonomian yang turut terdampak Covid-19, untuk jumlah hewan qurban di Kota Pagaralam pun diprediksi bakal berkurang bila dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau melihat tren sekarang dari sisi jumlah pasti berkurang, karena seperti yang kita ketahui, kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini dalam kondisi yang kurang baik. Dan ini sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk berqurban,” jelas Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, belum lama ini.

Disinggung mengenai pelaksanaan Shalat Ied Idul Adha sendiri apakah sama seperti pelaksanaan Shalat Ied Idul Fitri lalu, yang dilaksanakan dengan suasana sederhana, Wako Alpian menjawab bahwa tetap akan mengikuti petunjuk atau aturan yang telah dilakukan Kemenag. “Sampai saat ini, untuk Shalat Ied Idul Adha itu diperbolehkan, tetapi hanya untuk di Masjid dan dalam ruangan. Tapi kita akan tetap mengikuti perkembangan dari Kementerian Agama, kalau nanti ada perubahan, maka akan kita teruskan dengan membuat surat edaran,” imbuhnya seperti dikutip dari Palembang Pos (Fajar Indonesia Network Grup).

Tak lupa Wako Alpian juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Pagaralam untuk merayakan Idul Adha 1441 H ini tetap dengan mengikuti Protkes Covid-19. “Baik itu Shalat Ied Idul Adha dan pemotongan hewan qurban akan kita atur dengan tetap menerapkan Protkes Covid-19, surat edaran terkait pelaksanaannya pun akan segera menyusul,” tandasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pagaralam, H Win Hartan SAg MPdI melalui Kasi Bimas Islam, Sumaji SAg menuturkan, bahwa untuk jumlah hewan kurban di Idul Adha 1441 H tahun 2020 ini, kemungkinan turun bila dibandingkan di tahun 2019 lalu. “Untuk jumlah hewan qurban di Idul Adha kali ini, kemungkinan mengalami penurunan, karena tingkat perekonomian masyarakat cukup tertekan, imbas terdampak Covid-19. Kendati semangat masyarakat berkurban tetap tinggi, hanya saja kemampuan untuk berqurban yang dirasakan berkurang, akibat dari imbas Covid-19,” ucap Sumaji.

Sumaji mencontohkan, seperti halnya di wilayah tempat tinggalnya, pada tahun 2019 lalu bisa mencapai 6 ekor sapi untuk kurban, pada tahun 2020 ini kemungkinan besar hanya bisa 4 ekor sapi kurban saja. “Penurunan jumlah kurban di tahun 2020 ini, kita perkirakan mencapai 30%. Karena itu tadi, ini bukan karena kelangkaan stok, tapi lebih ke pengaruh ekonomi akibat Covid-19, kendati untuk sistem arisan qurban di tiap Masjid itu ada,” serunya.

Berdasarkan data qurban dalam Kota Pagaralam tercatat di Kankemenag Kota Pagaralam tahun 2019, untuk Kecmatan Pagaralam Utara jumlah hewan qurban sebanyak 239, Kecamatan Pagaralam 382, Kecamatan Dempo Utara 188, Kecamatan Dempo Tengah 140, dan Kecamatan Dempo Selatan 105, dengan total keseluruhan ada 1.054 ekor sapi dan kambing. (cw08/fin)

  • Dipublish : 28 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami