COVID di Jakarta Melonjak, Jokowi Panggil Anies ke Istana

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan pada Selasa (15/6). Pemanggilan itu menyusul lonjakan kasus COVID-19 yang di DKI Jakarta yang terus naik.

Bukan saja Anies, sejumlah pejabat Forkopimda DKI Jakarta juga dipanggil ke Istana.

“Diarahkan oleh Presiden bahwa peningkatan covid di Jakarta ini sangat-sangat meningkat signifikan. Beliau meminta kepada Pemda DKI Jakarta karena sudah masuknya virus dari India,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Prasetio lewat rekaman yang diterima, Selasa (15/6).

Prasetio yang juga ikut hadir dalam pertemuan itu menyebutkan bahwa Jokowi menaruh perhatian khusus pada kondisi DKI. Jokowi, memberi sejumlah arahan untuk menekan laju penularan Covid-19.

Baca Juga: Ibu Kota Negara Waspada Corona

Prasetio mengatakan bahwa Presiden Jokowi ingin Pemprov DKI menggencarkan sosialisasi pemakaian masker.

“Jokowi ingin tingkat kepatuhan menggunakan masker di DKI meningkat dari 78 persen menjadi 95 persen,” katanya.

Politikus PDIP itu menyebut Jokowi juga berpesan soal percepatan vaksinasi. Jokowi ingin 85 persen warga DKI Jakarta disuntik vaksin Covid-19.

“Presiden meminta kepada masyarakat Jakarta sebagaimana daerah-daerah yang padat, maka harus cepat divaksin,” tutur Prasetio.

Dia mengatakan bahwa Presiden juga memerintahkan Anies dan Forkopimda agar sering-sering turun di lapangan.

Baca Juga: Kasus 1,1 Ton Sabu, Lapas Cilegon Dalami Keterlibatan Anggota

“Pak Presiden yang arahkan ke kita perlu tindakan lapangan. Jadi, kalau saya lihat gubernur, kami, Pangdam, Kapolda itu harus banyak di lapangan,” ucap Prasetio.

Data Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 per 11 Juni 2021 menunjukkan, kasus Covid-19 di Jakarta melonjak 302% dalam 10 hari.

Dalam lima hari terakhir, penambahan kasus harian bahkan melebihi 2.000 kasus per hari dan trennya selalu meningkat.

Akibatnya, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di berbagai rumah sakit di Jakarta juga ikut meningkat.

Saat ini, 75% dari kapasitas yang tersedia sudah terisi. Sementara itu, BOR di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet sudah mencapai 83,8%. Sebanyak 5.000 dari total 5.994 tempat tidur yang tersedia sudah terisi. (fin/jm). 

  • Dipublish : 16 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami