Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Masih Pedas

Ilustrasi: pixabay
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Curah hujan yang tinggi di awal tahun 2020 menyebaban harga berbagai jenis cabai diperkirakan akan terus terkerek sampai dengan Februari mendatang.

Rusaknya hasil panen cabai mendorong harga cabai naik hingga tiga kali lipat di awal tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Januari menilai kombinasi dari kemarau yang panjang dan curah hujan yang tinggi pada akhir tahun 2019 menyebabkan harga cabai melonjak tinggi.

“Panen pada Januari seharusnya banyak, namun rusak karena kekeringan. Nah, masuk awal tahun ini disambut hujan yang lebat. Efeknya hasil panen banyak yang rusak,” kata dia di Jakarta, kemarin (7/1).

Biaya perawatan yang besar di musim hujan juga salah satu yang menyebabkan harga cabai menjadi tinggi.

“Perkiraaan kami, harga cabai akan bermasalah sampai Februari. Penanaman pada musim hujan ini biaya perawatannya lebih besar,” ucap dia.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto menyebutkan, musim hujan menyebabkan pasokan menjadi berkurang.

“Imbas banjir, banyak pedagang tidak mau membawa cabai ke Jakarta karena akan rusak selama distribusi. Dan, juga banyak petani tidak mau panen karena hujan,” kata dia.

Akibat gangguan cuaca, Hamid memperkiraan, potensi kehilangan pendapatan petani bisa mencapai hingga 70 persen. Contohnya, untuk lahan setiap 1.000 hektare mengalami kerugian mencapai Rp35 miliar.

“Kerugiannya, misal 1.000 hektare dengan biaya perawatan Rp50 juta per hektare, jadi biaya sekitar Rp50 miliar, kerugian petani bisa 70 persen sekitar Rp35 miliar,” ujar dia.

Data Kementan, harga sejumlah jenis cabai per 6 Januari di tingkat distrubutor daerah berkisar Rp35.000-38.000 per kilogram. Jika kondisi panen normal, harga cabai Rp14.000—15.000 per kilogramnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tengah fokus untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai dan bawang merah akibat banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Upaya yang dilakukan, salah satunya memantau harga di pasar.

Menurunya, kenaikan harga cabai dan bawang merah masih tergolong wajar. Sebab kenaikan harga pangan tidak signifikan.

“Secara umum, stok di lapangan berada dalam kontrol, dan cukup,” kata dia.(fin)

  • Dipublish : 9 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami