Daerah Diminta Segera Sediakan RSD Corona

Wisma atlit yg akan di gunakan untuk pasien covid19. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Wisma atlit yg akan di gunakan untuk pasien covid19. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Persiapan Rumah Sakit Darurat (RSD) corona di Wisma Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat rampung seratus persen. Sementara daerah diminta segera menyediakan RSD. Mengingat penyebaran semakin masif.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, pembangunan RSD merupakan respon terhadap peningkatan wabah corona.

“Menghadapi situasi-situasi terakhir ini, kita menyaksikan adanya peningkatan jumlah yang positif, sehingga langkah prioritas pemerintah sekarang ini adalah mengoptimalkan semua sumber daya nasional baik yang ada di pusat maupun yang ada di daerah,” kata Doni saat menghadiri penyelesaian pembangunan RSD Corona di Wisma Atlet Kemayoran, Minggu (22/3).

Dalam waktu dekat, jelas Doni, pihak juga meminta pemerintah daerah menyusun rencana aksi dalam penanganan wabah virus corona.

“Pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR akan mendukung penuh kebutuhan di daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan RSD Corona memiliki empat tower yang mampu menampung 22.000 pasien positif corona. Segala fasilitas serta tenaga pendukung pun diklaim siap beroperasi mulai Senin (23/3).

“Siang ini akan di-instal semua peralatan medis portabel, insya Allah malam ini sudah selesai semua. Selanjutnya kita bisa lakukan gladi resik untuk protokol pengaturan lalu lintas orang, sehingga pasien dan petugas tidak boleh berpapasan. Besok Senin (23/3), InsyaAllah kita akan mulai operasionalnya,” jelasnya.

Sebelum dinyatakan rampung, Kementerian PUPR mengebut sejumlah pengerjaan pada empat tower fasilitas darurat tersebut. Basuki mengatakan, pihaknya melakukan pembersihan, penyemprotan, serta pengaturan ulang ruangan. Empat tower itu yakni tower 6, 7, 1, dan tower 3.

Basuki melanjutkan, tower 6 dan 7 difungsikan sebagai ruang perawatan pasien. Sementara tower 1 dan 3 diperuntukkan bagi tenaga medis, gugus tugas, dan relawan. Pemisahan antara pasien dan tenaga medis, sambungnya, dilakukan guna menghindari kontaminasi.

“Kapasitasnya masing-masing ini 24 lantai, sekitar 650 unit 1 tower rata-rata mudah-mudahan 22 ribu orang,” imbuh Basuki.

Sebagai fasilitas kesehatan darurat, RSD ini terbilang lengkap. Basuki menyebut, RSD dilengkapi ruang isolasi ICU maupun non-ICU. Selain itu, pihaknya juga menyediakan ruang radiologi, farmasi, dan laboratorium.

RSD ini, kata Menteri Kesehatan Tertawan Putranto, merupakan fasilitas isolasi bagi pasien positif korona dengan gejala ringan. Secara teknis, Terawan menjelaskan, pasien yang menghuni fasilitas ini merupakan pasien transfer yang diseleksi rumah sakit rujukan penanganan virus korona.

Ia meyakini, pengalihan pasien ringan ke wisma atlet bakal meringankan beban rumah sakit rujukan.

“Rumah sakit di sini akan menjadi seperti isolasi jadi RS yang berkelebihan tapi keluhannya ringan, sebenernya gak perlu di rumah sakit, bisa digeserkan ke sini, sehingga rumah sakit bisa fokus menangani pasien-pasien yang kondisinya berat,” ujarnya.

Tak sekedar fasilitas kesehatan, di RSD ini juga disediakan ruang relaksasi bagi pasien juga tenaga medis. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, fasilitas ini dibangun agar pasien, tenaga medis, maupun relawan terhindar dari rasa jenuh.

“Tenaga medis pun diatur secara bergantian sehingga tidak hectic dan disiapkan satu ruangan khusus untuk relaksasi sehingga apabila mereka sudah operasional dengan ketentuan sekian jam, maka harus relaksasi. Disediakan tempat untuk relaksasi termasuk pasien,” imbuhnya.(irf/gw/fin)

  • Dipublish : 23 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami