Dampak Corona, Pedagang Jamu Pun Laris Manis

foto : wiwid arif/magelang ekspres JAMU. Pedagang jamu mengalami kenaikan penjualan, karena tingginya permintaan, terutama saat cuaca ekstrem seperti saat ini.
foto : wiwid arif/magelang ekspres JAMU. Pedagang jamu mengalami kenaikan penjualan, karena tingginya permintaan, terutama saat cuaca ekstrem seperti saat ini.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAGELANG SELATAN – Sejumlah pedagang jamu di Kota Magelang, belakangan semakin laris manis. Penyebabnya, ternyata karena virus corona. Banyak pembeli yang mencari empon-empon atau sekedar memesan jamu seduh tradisional. Jamu tradisional ini dipercaya dapat meningkatkan daya tahan dan kesehatan tubuh, sehingga terhindar dari virus berbahaya.

Seperti di Toko Jamu Bu Lurah Blondo di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang. Beberapa waktu ini, setelah adanya isu corona, toko jamu ini kedatangan banyak pembeli. Rata-rata masyarakat yang datang menanyakan racikan jamu tradisional di lapaknya.

”Banyak yang mencari empon-empon, terutama temulawak, jahe, kayu manis, kunir, dan jahe merah. Jamu seduh biasa, juga ada, dan tetap laku. Sehari itu bisa ada 10 lebih orang yang datang membeli jamu di sini,” tutur Sulis Wardaningsih (47), penjual jamu di Toko Jamu Bu Lurah Blondo, Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, kemarin.

Menurutnya, temulawak, jahe, kayu manis, kunir, dan jahe merah yang paling banyak dicari sekarang. Selain rempah-rempah tersebut, jamu seduh tradisional juga banyak dipesan pembeli.

”Dulu, pembeli paling hanya satu atau dua, sekarang sampai puluhan. Ada efek corona. Kalau hari-hari biasa, kadang tidak sampai, karena kondisi pasar yang sepi. Sekarang tambah banyak yang mencari jamu,” kata Sulis.

Jamu ini memang dipercayai memiliki banyak khasiat. Seperti empnon-empon yang diklaim bisa menangkal corona. Namun, khasiat jamu umumnya untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Terlebih saat cuaca ekstrem seperti sekarang, banyak masyarakat yang mencari alternatif untuk menjaga tubuh terhindar dari sakit.

”Jamu itu harus rutin, butuh proses dan tak langsung tiba-tiba. Setelah rutin, khasiatnya bagus. Jamu itu bagusnya pahit,” ujar Sulis.

Penjual jamu lain, Siti (60) mengatakan, setelah efek corona ini memang banyak yang mencari jamu di lapak jamu miliknya.

”Iya setelah virus corona ini banyak yang mencari jamu. Kalau di sini, banyak-banyaknya yang beli jahe, temulawak, kunir putih, kunir merah, termasuk empon-empon,” ujarnya.

Selain di Toko Jamu Bu Lurah Blondo, toko lain seperti di Toko Jamu Bu Nur yang ada di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, juga banyak didatangi oleh masyarakat. Banyak pembeli yang mengantre untuk membeli jamu. (wid/fin)

  • Dipublish : 12 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami