Data Covid-19 Indonesia Diragukan

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) memperkirakan, bahwa masih ada kasus virus corona (Covid-19) yang belum terlaporkan di Indonesia.

CDC Covid-19 Task Force Lead, Barbara Marston mengatakan, hal itu bisa terjadi setelah melihat jumlah kasus corona relatif kecil namun angka kematian yang tinggi.

“Jika sebuah negara melampirkan data, lalu kita melihat sedikitnya jumlah kasus tetapi angka kematian yang relatif tinggi, kami menjadi penasaran jika masih ada kasus-kasus (Covid-19) yang mungkin belum terlaporkan,” kata Marston, Rabu (15/4).

Kendati demikian, Marston menegaskan bahwa CDC tidak menganggap laporan pemerintah Indonesia terkait jumlah kasus dan kematian akibat corona, salah atau tidak tepat.

Ia hanya berharap, pemerintah Indonesia bisa melakukan lebih banyak tes corona lagi agar kasus-kasus yang tidak teridentifikasi bisa segera diketahui.

“Kami tidak mempertanyakan laporan resmi, kami tidak melakukan itu, tapi kami membayangkan jika dilakukan lebih banyak tes lagi akan mampu mengidentifikasi pasien-pasien ini,” ujarnya.

Tak sedikit pihak baik dari dalam hingga luar negeri yang memang mempertanyakan jumlah kasus corona di Indonesia, bahkan sebelum wabah pandemi itu terdeteksi di sini.

Sekitar awal Februari lalu, sebuah studi Harvard menduga virus corona sudah masuk ke Indonesia jika dilihat dari pergerakan manusia dan perjalanan udara antara RI dan Cina, tempat sumber Covid-19 muncul dan menyebar.

Tak lama setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama corona, studi yang dilakukan peneliti Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris, menyatakan bahwa kasus corona yang tidak terdeteksi di Indonesia bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu pasien.

Namun, lembaga penelitian itu mengatakan jumlah kasus corona yang terdeteksi di Indonesia masih relatif rendah lantaran minimnya pemeriksaan dan tes yang dilakukan pemerintah.

Indonesia bahkan, dianggap menjadi salah satu negara dengan tingkat pengetesan virus corona terendah di dunia. Berdasarkan data referensi statistik Worldometer per Rabu (15/4), Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia ini baru melakukan tes terhadap 31.628 orang.

Jumlah itu menggambarkan, bahwa Indonesia baru melakukan tes corona terhadap 116 orang per satu juta populasinya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, jumlah pengetasan yang dilakukan Indonesia terbilang kecil.

Sejauh ini, Malaysia telah melakukan 84.791 tes corona yang berarti Negeri Jiran telah melakukan 2.620 tes per satu juta populasinya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto mengatakan saat ini Indonesia memang tengah menghadapi tantangan kasus corona tanpa gejala.

Meski begitu, Yurianto menuturkan pemerintah tetap menerapkan kategori warga yang masuk daftar prioritas diperiksa corona menggunakan rapid test.

“Prioritas rapid sebenarnya yakni satu tracing contact, dua tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 terkonfirmasi (positif), ketiga screening di fasilitas kesehatan di daerah zona merah dengan dengan gejala ISPA,” kata Yurianto.

Yurianto yang juga menjabat sebagai Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyebutkan, bawha per Rabu Rabu (15/4) secara kumulatif mencapai 5.136 kasus.

Dari jumlah itu, 469 orang meninggal dunia dan 446 orang dinyatakan telah sembuh. Sedangkan, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 139.137 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 10.482 orang. (der/cnn/fin)

  • Dipublish : 16 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami