Data Prof Wiku dan Kemenkes Soal RS Penuh Pasien Covid-19 Berbeda

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Dok Antara)
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Dok Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir memiliki data yang berbeda dengan apa yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito soal jumlah ketersediaan kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19. Menurut Abdul Kadir, jumlah tempat tidur saat ini masih jauh mencukupi, tidak penuh seperti yang ramai diberitakan.

Padahal Prof Wiku menyebut kapasitas tempat tidur hanya tinggal 31 persen. Dan ruang ICU sisa 23 persen. Apalagi angka kasus baru di Jakarta terus bertambah di atas seribu kasus setiap hari.

Dalam Simposium Nasional Dies Natalis 64 Universitas Hasanuddin yang disiarkan langsung akun YouTube FKM UNHAS, Selasa (1/9). JawaPos.com juga sudah mengonfirmasi video webinar itu kepada pihak Kemenkes sebelum berita ini diturunkan.

Menurut Abdul Kadir selain melakukan edukasi agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, Kemenkes juga secara kontinyu meningkatkan layanan kesehatan untuk pasien Covid-19. Dan ada 839 RS dari 2900 RS sudah melayani pasien Covid-19. “Dan kami rasa jumlah rumah sakit cukup melayani pasien Covid-19,” tuturnya.

Namun dia menjabarkan data yang berbeda. Bahwa Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur rumah sakit masih mencukupi. Angka yang terpakai baru 42,3 persen. “Angka BOR baru mencapai 42,3 persen,” jelasnya.

Dia menyebut informasi yang mengatakan rumah sakit sudah penuh adalah hoax. “Tak benar isu-isu yang mengatakan rumah sakit penuh, adalah hoax sebenarnya,” ujarnya.

“Karena apa, data yang masuk ke kami tingkat okupansi baru mencapai 42,3 persen. Demikian juga tes PCR lab diharapkan terus meningkat,” katanya.

Dia mengakui memang kasus Covid-19 di Jakarta memang melonjak. Akan tetapi tak perlu seluruhnya dirawat di rumah sakit. Bagi mereka yang bergejala ringan atau tanpa gejala cukup istirahat di rumah isolasi mandiri.

JawaPos.com mengambil satu contoh di RS Persahabatan Jakarta Timur untuk memastikan kapasitas tempat tidur yang tersedia khususnya untuk ruang ICU. Ternyata ruang ICU memang sudah penuh. “ICU kami penuh,” tegas Juru Bicara RS Persahabatan dr. Erlina Burhan, Rabu (2/9).

Jumlah kapasitas ICU sebanyak 16 tempat tidur seluruhnya penuh. Sedangkan untuk ruang perawatan bisa menampung 190-208 tempat tidur. (jp)

  • Dipublish : 3 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami