Demi Piala Dunia U-20, Indonesia Rombak 5 Lapangan

JADI TUAN RUMAH: Stadion Manahan yang bakal dijadikan lokasi pertanidngan Piala Dunia U-20 pada 2021. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
JADI TUAN RUMAH: Stadion Manahan yang bakal dijadikan lokasi pertanidngan Piala Dunia U-20 pada 2021. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SOLO – Sejarah akhirnya tercipta. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkannya dalam FIFA Council Meeting di Shanghai, Tiongkok, kemarin (24/10). ”Selamat untuk Indonesia,” kata Infantino.

Pada Piala Dunia U-20 2021, Indonesia mengajukan sepuluh stadion. Yakni Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), Stadion Mandala Krida (Jogjakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Dari kesepuluh stadion itu, FIFA akan memilih enam stadion. Penentuan host Piala Dunia U-20 2021 akan dilakukan dalam kunjungan resmi delegasi FIFA yang waktunya segera ditentukan.

“Kita sambut dengan gembira penunjukkan ini. Jadi motivasi semoga kedepannya Indonesia menjadi peserta Piala Dunia (senior),” terang  Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo kemarin (24/10).

Kesiapan Stadion Manahan menyukseskan event akbar itu tak perlu diragukan. Sudah berdiri megah pascarevitalisasi. Lengkap dengan fasilitas berstandar internasional. Wali kota juga siap mempercantik sejumlah lapangan pendukung lain yang direncanakan menjadi lokasi latihan peserta Piala Dunia U-20. Yakni, Lapangan Kota Barat, Banyuanyar, Sriwedari, Karangasem, dan Lapangan UNS.

“Nanti Lapangan Banyuanyar akan kita besarkan. Lapangan voli di sana nanti kita jadikan ruang ganti. Yang pasti kualitasnya harus seperti Stadion Manahan. Termasuk sarana pendukung lainnya,” terangnya.

Beberapa pekan lalu, wali kota mengirimkan surat ke KONI dan PSSI terkait anggaran untuk pembenahan venue pendukung bila Stadion Manahan difungsikan mendukung Piala Dunia U-20 2021.

“Kalau (fasilitas) pendukung lainnya aman. Hotel nggak kekurangan di Solo. Transportasi masal juga sudah siap. Yang penting saya harap suporter jangan berulah lagi, biar citra sepak bola Indonesia tak tercoreng. Apalagi mau ini jadi tuan rumah event besar,” beber dia.

Sementara itu, dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20, Indonesia bersaing dengan Brasil dan Peru. Namun, Brasil mundur sehari sebelum pengumunan. Negeri Samba itu sudah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada 2019. Tepatnya 26 Oktober-17 November.

Saingan Indonesia, Peru akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 pada 2021. ”Alhamdulillah kerja keras kita membuahkan hasil. Presentasi kita dinilai dan diterima baik oleh FIFA. PSSI mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan dukungan penuh kepada PSSI,” ujar Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam siaran pers PSSI.

Apresiasi juga diberikan kepada jajaran kementerian terkait dan kepala daerah yang berkomitmen membantu PSSI mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021.

Bagi sepak bola Indonesia, ini merupakan momen bersejarah. Sebab inilah kali pertama, Indonesia menjadi tuan rumah turnamen yang diadakan FIFA. Indonesia kali terakhir menjadi tuan rumah ajang sepak bola berskala internasional pada 2007, yakni Piala Asia (AFC Asian Cup).

Indonesia menjadi tuan rumah bersama Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Untuk multievent, tanah air dipercaya menggelar Asian Games 1962 dan 2018.

Sekadar informasi, Indonesia hanya sekali berlaga pada ajang Piala Dunia U-20. Tepatnya pada 1979 di Jepang. Saat itu, Tim Garuda bermain tiga kali. Namun selalu kalah. Tidak mencetak satu pun gol dan malah kebobolan 16 gol.

Kala itu Indonesia tergabung di Grup B dengan Polandia, Argentina, dan Yugoslavia. Tim Garuda keok di tangan Argentina dengan skor 0-5, ditekuk Polandia 0-6, dan dilibas Yugoslavia 0-5.

Argentina di zaman itu masih diperkuat salah seorang pemain terbesar dalam sejarah Diego Armando Maradona. Ketika melawan Indonesia, Maradona mencetak dua gol.

“Setelah beberapa kali mendapatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola Asia, kali ini PSSI naik level dengan mendapatkan kepercayaan keluarga sepak bola internasional setelah ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” kata Tisha bangga. (jp)

  • Dipublish : 25 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami