Demokrasi Margasatwa Ambruk

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Oleh: Ustd. Sentot Abu Thoriq

Ketika Si Raja Hutan Sang Harimau, Terkejut Kenapa Tiba Tiba Ditengah Hutan Yang Menjadi Raja Adalah Seekor Serangga Yang Bernama KECOA.

Seperti Inilah Yang Terjadi, Ketika Demokrasi Diterapkan Di Wilayah Margasatwa, Karena Sudah Bisa Dipastikan Jumlah Serangga Jauh Lebih Banyak Dibanding Dengan Binatang Berkaki Empat.

Demokrasi Diterapkan Ditengah Margasatwa, Suara Nyamuk Sama Dengan Suara Gajah.

Jumlah Nyamuk Lebih Banyak Dari Jumlah Gajah Atau Binatang Berkaki Empat.

Yang Pasti Jumlah Serangga Jauh Lebih Banyak Dari Jumlah Binatang Berkaki Empat.

Serangga Mutlak Menang, Maka Mereka Membuat Parlemen Serangga Dan Sepakat, Bahwa KECOA Lah Yang Sangat Pantas Memimpin Dan Menjadi Raja Hutan.

KECOA Mengkilap Rapi, Nampak Bersih, Kurus Lagi Seakan Akan Merakyat, Sangat Pantaslah Dia Memimpin Wilayah Margasatwa.

Kita Bisa Melihat Betapa Ambruknya Demokrasi

Ditata, Diterapkan Ditengah Hutan.

 

Mari Berfikir Cerdas Dan Cemerlang, Apakah Aplikasi Al Qur’Anul Karim Dan As Sunnah Rasulullah SAW, Sangat Bisa Diaplikasikan Di Bumi ALLAH, Pernah Teraplikasi Di Era Rasulullah SAW Dan Sahabat RA. Dan Menjadi Rahmat Untuk Seluruh Alam.

Mari Bersikap Mencari Rahmat Dan Ridho ALLAH Saja. (Ustd. Sentot Abu Thoriq)

  • Dipublish : 18 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami