Depresiasi Rupiah 1,65 Persen, BI: Secara Fundamental Masih Undervalue

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah mencapai 1,65 persen pada Agustus ini. Namun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut nilai tukar Rupiah masih undervalue atau murah jika dilihat secara fundamental.

“Secara fundamental Rupiah masih undervalued,” ujarnya di gedung DPR, Senin (24/8).

Perry menjelaskan, pelemahan Rupiah saat ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar global. Namun, pihaknya optimistis Rupiah masih dapat kembali menguat seiring dengan dukungan makro ekonomi, data tarik pasar keuangan domestik, serta premi risiko yang menurun.

“Rupiah berpotensi menguat didukung inflasi rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah, daya tarik pasar keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko yang menurun,” ucapnya.

Selain itu, Perry menambahkan, adapun inflasi yang rendah didorong oleh melambatnya sisi permintaan. Di samping itu, pihaknya juga akan selalu menjaga pasokan, harga, dan stabilitas nilai tukar.

“BI konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan,” tuturnya. (jp)

  • Dipublish : 25 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami