Dewan Kritik Distribusi Sembako, Kadinsos: Biar Lambat Asal Selamat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR– Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Mukhtar Tahir menyebut dalam proses pendistribusian bantuan sembako, pihaknya mengedepankan transparansi akuntabilitas.

Meski lambat asal selamat, demikian yang ia sampaikan dalam rapat bersama Banggar DPRD Makassar, Kamis (23/4/2020).

Mukhtar menjawab kritik legislator yang beranggapan bahwa penyaluran bantuan berjalan sangat lamban sementara PSBB sudah berlangsung.

“Penerima Sembako kan punya prosedur atau spesifikasinya. sampai sekarang barang sudah ada sementara proses. Jadi bukan hanya sekedar kita langsung datang ke bawah. Tetapi ada proses dan prosedurnya,” tutur Mukhtar.

Agar pembagiannya lebih merata dan menjangkau banyak warga, Pemkot Makassar akan merevisi harga per paket sembako itu. Yang mana sebelumnya per paket seharga Rp650 ribu, kemudian direvisi senilai Rp400 ribu.

Kadinsos membenarkan rencana tersebut. Hal ini dilakukan agar angka paket logistik semakin besar. Paket ini disalurkan untuk tahap dua pekan ini.

“Item sembako dengan nilai Rp 400 ribu, rinciannya adalah 10 kg beras, 1 dos mie instan, 1 kg gula pasir, 10 kaleng ikan kaleng, Susu kaleng, Sabun mandi dan cuci,” terang Kadinsos.

Dihadapan Banggar, Mukhtar kembali menjelaskan mekanisme pendistribusian bantuan logistik. Setelah data warga sudah divalidasi bantuan logistik kemudian didistribusikan ke setiap kantor kelurahan.

Dalam pembagiannya, pihak kelurahan dikawal dengan TKSK untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut sebagai laporan pertanggungjawaban Dinsos.

Mukhtar menyampaikan data yang tervalidasi akan sangat penting agar pembagiannya merata dan tepat guna. Juga untuk menghindari penerima ganda atau doble sehingga dikhawatirkan munculkan kecemburuan sosial.

“Mekanismenya adalah pertama kan sudah masuk mi datanya. Setelah datanya divalidasi tinggal penyaluran. Penyaluran itu dilangsungkan ke kelurahan. Kelurahan dikawal oleh TKSK kami karena saya butuh foto, lembaran peetanggung jawabannya, dan hasilnya,” paparnya.

“Data ini yang utama pak, tidak bisa kita keluar dari itu, jadi walaupun dipaksakan itu saya tidak mau, makanya lebih lambat asal selamat,” pungkas Mukhtar. (endra/fajar)

 

  • Dipublish : 24 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami