Dewan Soroti Pungli BPHTB

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PAREPARE – Anggota DPRD Parepare menyoroti dugaan pungutan liar (Pungli) atas pembayaran pajak Bea Peralihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Mereka mendesak pemkot melakukan evaluasi kepada pejabatnya yang diduga terlibat.

Pejabat yang dimaksud tersebut Prasetyo, Kabid Pendapatan BKD Kota Parepare.

“Sebenarnya ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat bukan lagi rahasia umum,” kata anggota DPRD Parepare, Yaser Latif, Jumat, 4 Oktober.

Yaser minta masyarakat yang pernah jadi korban melapor. “Sebenarnya sudah ada masyarakat yang kita jadwalkan audiens. Tetapi kalau masih ada lebih bagus lagi,” ujarnya.

Terpisah, Prasetyo kembali membantah adanya semua dugaan yang dituduhkan kepadanya. “Tolong jangan dibesar-besarkan. Jangan-mi digubris,” singkatnya.

Sekkot Parepare, Iwan Asaad menegaskan, tak mengetahui pasti kasus tersebut. Ia baru akan mempertanyakannya ke bagian hukum Pemkot Parepare.

Sementara di Takalar, Kepala Desa Banggae, Kecamatan Manggarabombang, Takalar, Muhammad Saleh Tata diduga lakukan pungutan liar (Pungli) pembuatan Surat Keterangan (Suket) akte jual beli. Warga diminta membayar Rp1 juta.

Kepada FAJAR, warga yang minta dirahasiakan identitasnya mengaku, ia pekan lalu mengurus suket akte jual beli pada salah satu staf desa. Hanya saja dia dimintai uang Rp1 juta.

“Terpaksa saya bayar dari pada tidak diterbitkan,” ungkap warga yang minta identitasnya tak disebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Banggae, Muhammad Saleh Tata, membantah dugaan pungli yang dialamatkan padanya. Menurutnya, dia tidak menerima uang tersebut dan akan mengecek kebenarannya.

“Tidak pernah terima seperti itu, nanti saya cari tahu orangnya yang bilang begitu,” singkatnya. (sua-ica/iad)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 5 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami