Di Depan Istri, Suami Perkosa ABG

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SAROLANGUN – Entah apa yang merasuki pikiran pasangan suami istri (pasutri) ini. Sang suami, RB (17) memperkosa anak di bawah umur, DM (15) warga Sarolangun. Mirisnya, dia dibantu NO (16), istrinya sendiri.

Informasi yang diperoleh, RB dan NO yang juga warga Sarolangun ini, melakukan aksinya lantaran terpengaruh dengan adegan film pornografi yang sering mereka tonton.

Kejadian ini berawal saat keduanya mengajak korban jalan-jalan, pada Kamis (2/1) lalu. DM yang tergoda dengan rayuan kedua pasutri ini, akhirnya mau diajak pergi.

Bukannya jalan-jalan untuk merayakan peringatan malam tahun baru 2020, korban malah diajak ke sebuah tempat di Kecamatan Bathin VIII. Di sana lah pasangan bejat ini beraksi.

Mereka berbagi tugas. Di mana sang istri melucuti pakaian korban, sementara suaminya mulai memperkosa DM. Seperti adegan yang mereka lihat di film porno.

“Pemerkosaan dilakukan tepat di depan istrinya. Korban saat itu terpaksa menuruti kemauan pelaku lantaran diancam akan dibunuh jika menolak,” terang Kapolres Sarolangun, AKBP Deni Heryanto, Rabu (15/1).

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat ingin melarikan diri ke Jakarta menggunakan mobil bus ALS. Namun petugas yang bergerak cepat, berhasil mengamankan para pelaku saat berada di Kecamatan Pelawan.

“Pelaku berhasil kita amankan. Namun istri pelaku (NO, red) belum kita lakukan penahanan lantaran dalam keadaan hamil umur 2 bulan. Namun tetap berstatus tersangka,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Junto Pasal 76 d UU 35 Tahun 2014 perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun kurungan dan maksimal 15 tahun.

Menyikapi hal tersebut, salah satu psikolog Jambi, Ridwan, angkat bicara. Perlakukan keji tersebut didasari kebiasan dan keinginan seksual yang tinggi, dengan kepuasan melakukan seksual bila melihat korban tersiksa. “Itu adalah sadisme yang menimbulkan kepuasan ketika dia melakukan serangan seksual kepada pasangannya,” kata dia.

Dalam hal ini, keterlibatan istri juga karena pengaruh video porno. Pasangan yang masih muda, menjadikan rasa keingintahuannya untuk mencoba dan melakukan hal yang tak pernah dilakukan. Sehingga ketika dirinya melihat sesuatu yang menurutnya bisa menimbulkan kepuasan tersendiri.

“Mereka melakukan ekplorasi kekerasan seksual dari apa yang dilihatnya,” tambahnya. Kata Ridwan, eksplorasi tersebut tidak bisa timbul dari apa yang pernah dirasakan oleh pelaku, akan tetapi eksplorasi kekerasan seksual tersebut merupakan gairah dan gaya baru baginya untuk melakukan seksual. “Intinya mereka tak pernah mencoba, namun akan terjadi kepuasan ketika korban merasa kesakitan,” tandasnya. (rin)

  • Dipublish : 17 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami