Diduga Ada Kartel Penjualan Tiket Umrah Garuda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Mahalnya tiket pesawat Garuda Indonesia dikeluhkan oleh sejumlah travel umrah. Pengusaha yang tergabung dalam Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mendesak Komisi Pengawas Pemilu Usaha (KPPU) untuk menyelidiki dugaan monopoli dan kartel atas penjualan tiket maskapai pelat merah itu terkait untuk ibadah umrah.

“KPPU harus cepat turun tangan, selidiki dugaan ini. Umat mau ibadah kok tiket Garuda dimonopoli oleh lima agen. Akibatnya harga menjadi mahal,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming, kemarin (28/12).

Mardani menyebut kelima agen tiket Garuda rute umrah itu adalah Kanomas Arci Wisata, Smart Umrah, Nu Arima Awali (NRA), Aero Hajj, dan Wahana Travel.

Agen-agen tersebut, lanjut Mardani, telah memblok tiket Garuda Indonesia Airliner untuk rute umrah. Alhasil travel umrah harus membeli tiket lewat mereka. Harga tiket yang membengkak itu membuat keuntungan travel umrah menjadi tipis.

“Dugaan ada indikasi kuart kartel untuk rute middel east arilines (MEA) atau umrah,” ucap dia.

Menurut dia, dengan adanya monopoli membuat persaingan antara agen menjadi tidak sehat. Bahkan, persaingan tidak sehat ini dianggap telah melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 199 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Dalam pasal 17 ayat 1 tentang monopoli disebutkan jika pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atau produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat,” tutur dia.

Maming membandingkan dengan tiket pesawat lain rute umrah, bisa dijual bebas tidak dibatasi oleh agen tertentu. Oleh karena itu, Hipmi mendesak KPPU untuk menyelidiki dugaan kartel tiket umrah pada pesawat Garuda.

“Tiket umrah mahal, bikin umat Islam semakin susah mendapat tiket untuk umrah,” kata dia.

Sebelumnya sejumlah pengusaha travel umrah di Solo mengancam memboikot maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Hal ini karena adanya monopoli penjualan tiket penerbangan umrah Garuda Indonesia oleh beberapa biro perjalanan di Jakarta.

Ketika itu Garuda Indonesia mengeluarkan kebijakan pada 1 Maret 2019 penjuakan tiket Garuda Indonesia hanya dapat dilakukran oleh empat agen besar yang berada di Jakarta.

Pembelian tiket melalui empat agen tersebut menjadi mahal. Perbedaan harga dari sebelumnya selisihnya mencapai Rp1 juta.

Selain itu, Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) merasa kecewa dengan sikap manajemen Garuda Indoensia. Mereka menganggap Garuda tidak memiliki komitmen bersama.

“Kami mendesak kepada Garuda Indonesia agar segera mencabut kebijakan itu. Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kita sepakat akan memboikot Garuda Indonesia untuk layanan jamaah umrah,” kata Ketua Perpuhi, Her Suprabu.

(din/fin)

  • Dipublish : 30 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami