Diduga Dibekingi Aparat, Kayu Ilegal Nyaris Lolos

Sebuah truk pengangkut kayu ilegal diamankan di gudang polisi kehutanan. (Stepensopyan Pontoh/Antara)
Sebuah truk pengangkut kayu ilegal diamankan di gudang polisi kehutanan. (Stepensopyan Pontoh/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SULAWESI TENGAH,–Tiga truk pengangkut kayu ilegal ditangkap polisi kehutanan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Namun, penyidik belum mengantongi nama pemilik kayu ilegal tersebut. Truk tersebut dalam perjalanan menuju Kota Luwuk.

Berdasar pengakuan masyarakat yang meminta identitasnya tidak dibuka ke publik, kayu ilegal itu kuat dugaan dibekingi aparat penegak hukum. Salah satu oknum aparat penegak hukum di wilayah Bualemo punya andil besar dalam praktek kayu ilegal itu.

Informasi lain menyebutkan, pemilik kayu tersebut berasal dari wilayah Kediri, Jawa Timur. Kayu hasil olahan dari wilayah kecamatan Bualemo tersebut dikirim ke Jawa Timur melalui pelabuhan kontener di Desa Tangkiang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai.

Meski begitu, Kepala Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balanta di Luwuk Herry Apryanto menyatakan, belum mengetahui hal itu. Pihaknya akan melakukan penelusuran. Sampai saat ini, belum ada satupun orang yang datang untuk mengakui sebagai pemilik kayu tanpa dokumen itu.

”Saya tidak tahu soal itu. Tapi kalau ada yang datang mengaku sebagai pemilik kayu, siapapun dia, akan kami periksa. Termasuk dokumen atas kepemilikan kayu itu,” terang Herry seperti dilansir dari Antara pada Jumat (13/3).

Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga sopir yang membawa truk dan mengangkut kayu tanpa dokumen tersebut. Hanya saja, para sopir mengaku tidak mengetahui siapa pemilik kayu. ”Sudah dua minggu kayunya kita amankan, tapi sampai saat ini belum ada yang datang dan mengaku bahwa kayu tersebut miliknya,” kata Herry.

Herry menjelaskan, sebagai aparat yang melaksanakan tugas-tugas dalam perlindungan hutan, pihaknya telah menjalankan prosedur atas penangkapan kayu ilegal yang oleh penduduk setempat disebut kayu Moitom (kayu hitam). Dia belum bisa memastikan berapa kubik jumlahnya. Sebab, itu nanti ada petugas khusus yang akan melakukan pengukuran.

”Kita masih fokus melakukan penyelidikan siapa pemilik kayu ilegal ini. Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah. Kalau kemudian petunjukknya dilelang ya kami lelang. Tapi kami tetap menunggu intruksi dari pimpinan di provinsi,” ucap Herry.

Dia menambahkan, penelusuran menyasar ke pemilik kendaraan sebagai pihak yang meminta sopir untuk melakukan pengangkutan kayu tersebut. Sebab, pemilik kendaraan pasti berhubungan dengan pemilik kayu sebagai pihak yang menyewa kendaraan.

”Pemilik kendaraan memang kami belum periksa. Tapi nanti akan kita undang. Tapi yang pasti, kayunya sudah kami amankan di gudang,” ujar Herry. (jp/jm)

  • Dipublish : 13 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami