Dinkes Makassar Harap Insentif Nakes Segera Dibayarkan

Ilustrasi Tenaga Kesehatan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Ilustrasi Tenaga Kesehatan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Dinas Kesehatan Kota Makassar berharap insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Makassar yang telah melayani pasien Covid-19 sejak 2020 segera dibayarkan. Dinas kesehatan mencatat total insentif yang harusnya diterima para nakes yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas  sekitar Rp 15 miliar untuk empat bulan, terhitung September hingga Desember.

“Uangnya masuk lewat Pemerintah Kota yakni BPKAD, harusnya sudah bisa lunas hingga Desember 2020 karena kan kita (nakes) paling rawan dan berisiko,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Iriani seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Dia menjelaskan, pencairan anggaran insentif nakes baru mencapai Rp 7 miliar dan tersisa Rp 8 miliar lagi. Sehingga pembayaran insentif tersisa dua bulan (November-Desember).

”Harusnya ini sudah selesai, orang punya keringat. Kementerian keuangan sudah sampaikan untuk diprioritaskan, tapi kita tidak tahu duitnya kemana,” kata Iriani.

Baca Juga: Vaksin Ampuh, 90 Persen Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Sembuh

”Tetapi mau serap dimana, uang yang mana? Kita sudah ada jelas penerimanya, kan ada proposal pencairan dan sekarang sudah 2021, kasihan teman-teman nakes,” tambah Iriani.

Dia mengaku tidak bisa melakukan apa-apa, termasuk untuk rencana pembayaran insentif nakes melalui APBD. Sebab, anggarannya telah disiapkan pemerintah pusat.

”Ada dana pusat, kan dia yang bertanggung jawab dan susah juga mau dianggarkan sementara masing-masing sudah ada pos-posnya,” tutur Iriani.

Bukan hanya Kota Makassar, pembayaran insentif nakes berbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan juga belum terselesaikan, seperti Kabupaten Pangkep. Plt Kepala Dinas Kesehatan Pangkep Nurliah Sanusi mengatakan, baru memperoleh pembayaran insentif nakes sebanyak Rp 3 miliar dari total yang harus dibayarkan sebanyak Rp 6 miliar.

”Anggaran insentif yang dibayarkan hanya Rp 3 miliar makanya yang kita bayarkan juga cuma September dan Oktober,” kata Nurliah Sanusi. (jpc/jm)

  • Dipublish : 23 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami