Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Musnahkan 82 Kg Sabu hingga 13 Kg Ekstasi

ILUSTRASI: Pemusnahan barang bukti narkoba yang ingin diedarkan saat tahun baru (Istimewa)
ILUSTRASI: Pemusnahan barang bukti narkoba yang ingin diedarkan saat tahun baru (Istimewa)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkoba hasil dari pengungkapkan kasus September 2019. Narkotika yang dimusnahkan di antaranya, 82,22 kilogram sabu, 13,25 kilogram ekstasi, 117 gram H5, 1 kilogram ketamine dan 191 gram cocaien.

Narkoba itu dimusnahkan dengan cara dibakar di alat insenerator yang berada di RSPAD Gatot Subroto. Wadirtidip Narkoba Bareskrim Polri Kombes Krisno Siregar mengatakan, pemusnahan ini sesuai pasal 91 UU No 35 Tahun 2009. “Dominasi terhadap pengguna di Indonesia adalah sabu, ekstasi, inex dan ampethamine,” kata Krisno, Rabu (18/12).

Krisno menyebut, barang haram ini kebanyakan hasil penindakan di wilayah Sumatera dan wilayah pesisir lainnya. “Ini jaringan internasional. Karena pesisir timur Sumatera biasanya digunakan untuk pelaku. Kareja untuk produksi pabrik sangat jarang bisa produksi sebesar ini,” imbuhnya.

Krisno menduga narkoba ini akan digunakan saat perayaan malam tahun baru. Saat ini aparat masih melakukan pendalaman terkait hal itu. “Kegiatan masyarakat bisa saja. Ini masih kami dalami,” tegasnya.

Dalam rangka menekan peredaran narkoba saat malam tahun baru, Krisno menyebut Polisi sudah melakukan tiga langkah pencegehan. Yakni berupa kampanye mendatangi sekolah-sekolah, hingga tempat hiburan malam. Polisi juga menggandeng Dinas Pariwisata dalam upaya sosialisasi.

“Kami juga razia untuk pencegahan sebagai bukti negara hadir. Lalu adapula langkah penegakan hukum. Kami juga rekomendasi terhadap pengguna,” sambungnya.

ILUSTRASI: Pemusnahan barang bukti narkoba yang ingin diedarkan saat tahun baru. (Istimewa)

Para pelaku pemilik narkoba yang dimusnahkan ini dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2). Mereka terancam hukuman mati atau penjara 20 tahun.

Sementara itu, Kasatgas II Dittipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Alamsyah Peluppesy mengatakan, narkoba ini mayoritas dikirim dari Malaysia. “Jadi mereka lewat Pekanbaru, kemudian kami kembangkan tangkap lagi di pulua-pulau perbatasan Malaysia lewat pelabuhan tikus,” ucapnya.

Hasil penelusuran petugas, narkoba ini diperkirakan akan dikirim ke Jakarta. “Kalau ekstasi memang tempat hiburan. Kalau shabu untuk kalangan sendiri yang memang ada konsumen sendiri,” ungkap Alamsyah.

Mirisnya, mayoritas pelaku ini dikendalikan dari dalam Lapas. Mereka sudah paham betul jalur masuknya narkoba terutama dari luar negeri. “Mereka bisa rekrut yang pemakai yang bisa saja dipenjara hanya tiga empat tahun,” imbuhnya.

Ia memastikan, polisi bakal memburu pelaku narkoba selama 24 jam penuh. Pengetatan pengawasan juga akan menyasar tempat hiburan malam, terutama jelang malam tahun baru. (jp)

  • Dipublish : 19 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami