Disabilitas Boleh Daftar CPNS

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDOENSIA NETWORK.
FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDOENSIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuka seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019. Total ada 370 formasi yang terdiri dari 37 orang untuk formasi cumlaude, tujuh orang untuk formasi disabilitas, dua orang formasi untuk putra/putri Papua dan Papua Barat, serta 324 formasi umum.

”Tahun ini Kemendagri membuka seleksi 370 formasi CPNS, jenis formasinya, yaitu cumlaude sebesar 10%, disabilitas 2%, putera/puteri Papua dan Papua Barat 2 orang, serta formasi umum 324 orang jumlah totalnya 370 formasi,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar di Jakarta, kemarin (11/11).

Untuk kriteria pelamar pertama, putera/puteri lulusan terbaik berpredikat ”Dengan Pujian” atau cumlaude, adalah pelamar dari lulusan Perguruan Tinggi Dalam Negeri atau Luar Negeri dengan predikat Dengan Pujian atau Cumlaude dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan.

Kedua, penyandang disabilitas adalah pelamar yang menyandang jenis disabilitas fisik atau kelainan fisik berupa kelaianan tubuh (tuna daksa) pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat satu atau dua, dengan mampu memenuhi syarat, yaitu Mampu melihat, mendengar, dan berbicara dengan baik.

Kemampuan lain yakni mampu melakukan tugas seperti mengoperasikan komputer, menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursi roda. Ini dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah atau puskesmas yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki.

Ketiga, putera atau puteri Papua dan Papua Barat, adalah pelamar yang merupakan keturunan Papua atau Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua asli Papua yang dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat surat keterangan dari kepala desa atau kepala suku. Keempat, pelamar umum, adalah pelamar yang tidak termasuk kriteria pada poin pertama, kedua, dan ketiga.

Selanjutnya peserta seleksi penerimaan CPNS dan memenuhi nilai ambang batas atau passing grade berdasarkan Peraturan MenPAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 serta masuk dalam tiga kali formasi jabatan yang dilamar untuk mengikuti SKB Tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir.

”Kami menantikan putera dan puteri terpilih dan terbaik untuk bergabung bersama Kemendagri, membaktikan dirinya untuk negara, serta mampu melayani publik sepenuh hati,” ujar Bahtiar.

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Kemendagri dikuatkan dengan dikeluarkannya SK Pengumuman Nomor 810/12416/SJ tentang Seleksi Calon PNS Kemendagri Tahun Anggaran 2019. Dalam pengumuman tersebut memuat tentang unit kerja yang mendapatkan alokasi formasi dan alokasi penempatan, di Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal.

Lalu, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Derektorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang dan Balai Pemerintahan Desa di Lampung)

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM Regional Bandung, PPSDM Regional Bukittinggi, PPSDM Regional Makassar, Balai Pengembangan Kompetensi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Rokan Hilir).

Lalu, IPDN kampus Jatinangor, Jakarta. Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, NTB, Papua. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) baik di PLBN Aruk, PLBN Entikong maupun Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan.

”Pelayanan dan penjelasan informasi terkait pelaksanaan Seleksi CPNS Kemendagri Tahun 2019 dapat menghubungi Call Center pada Nomor Telepon (021) 3459760 pada Hari Senin sampai Jumat pukul 08.00-16.00 WIB dan help desk Seleksi Pengadaan CPNS Kemendagri tahun 2019 dengan alamat http://infocpns.kemendagri.go.id,” jelas Bahtiar.

Semenara itu, Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono menambahkan, BKN membuka secara resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) sejak kemarin (11/11) untuk diakses calon pelamar yang ingin mengetahui informasi terkait formasi instansi. “Informasi itu bisa kita ketahui melalui laman http://sscasn.bkn.go.id Pendaftaran daring (online) baru dapat dilakukan mulai pukul 23.11 WIB malam nanti,” jelasnya.

Lowongan kerja di 68 instansi pusat atau kementerian dengan total 37.425 formasi. Sedangkan untuk instansi di 462 pemerintah di daerah terdapat 169.250 formasi di sejumlah posisi pelayanan publik.”Formasi itu yang akan diperebutkan oleh para pencari kerja mulai hari ini sampai dengan tanggal 24 November 2019. Jadi sekitar dua minggu,” katanya.

Sebelum melakukan pendaftaran, kata dia, masyarakat diharapkan terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang tertuang pada portal SSCASN. “Jika ada kendala, silahkan buka kanal Frequently Asked Question (FAQ) dalam portal yang menyediakan jawaban atas persoalan yang umumnya menjadi kendala pelamar,” katanya.

Dalam portal SSCASN juga ditayangkan daftar formasi Calon ASN yang mencakup nama instansi, jabatan, lokasi, pendidikan, jenis formasi, hingga jumlah formasi. Hal itu termuat pada kolom layanan informasi yang terletak di kanan atas halaman pertama portal.

”Silakan pelamar pahami betul alur pendaftaran dan tata cara registrasi di portal SSCASN dengan mengunduh Buku Petunjuk Pendaftaran CPNS 2019 pada kolom Alur di portal,” katanya.

Pengumuman hasil seleksi administrasi dilakukan pada 16 Desember. ”Masa sanggah terhadap hasil seleksi administrasi dibuka 16 – 19 Desember 2019 dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman masa sanggah pada 26 Desember 2019,” pungkasnya.

(tim/fin/ful)

  • Dipublish : 12 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami