Disinyalir Idap Corona, Satu WNA Diisolasi

PENANGANAN PERDANA: Seorang pasien WNA dirawat di ruang isolasi di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)
PENANGANAN PERDANA: Seorang pasien WNA dirawat di ruang isolasi di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (Rizalamrullah/radarmojokerto.id)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MOJOSARI,– RSUD Prof dr Soekandar harus mempraktikkan langsung simulasi penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus korona. Itu menyusul kedatangan warga negara asing (WNA) dengan gejala yang diduga mengarah pada coronavirus desease (Covid-19) pada Rabu, (4/3). Pasien berkebangsaan India itu, kini harus mendapat perawatan khusus di ruang isolasi.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Djalu Naskutub, menyatakan, pasien tersebut masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 15.21, Rabu (4/3). Awalnya, pasien laki-laki itu mengeluhkan batuk, pilek, dan panas. ’’Terus kita lakukan rontgen, hasilnya ada infeksi di parunya,’’ terangnya, Kamis (5/3).

Namun, pihak rumah sakit harus melakukan langkah observasi lebih lanjut dengan memindahkan pasien ke ruang isolasi. Pasalnya, pasien berusia 44 tahun itu, sempat melakukan kontak langsung dengan WNA yang juga berasal dari India. ’’Ketemu di Kabupaten Mojokerto. Dan kebetulan kemarin timbul gejala itu,’’ tandasnya.

Menurutnya, pasien merupakan salah satu pekerja dari salah satu perusahaan di kawasan industri di Kabupaten Mojokerto. Pertemuan kedua WNA asal India tersebut karena memiliki hubungan bisnis. ’’Pas dua minggu yang lalu ketemu sama koleganya atau pimpinannya,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, langkah penanganan di ruang isolasi itu dilakukan sebagai langkah antisipatif. Disinggung terkait dugaan terinfeksi virus korona, Djalu menyatakan, belum bisa memastikannya. Karena masih perlu beberapa tatahapan lebih lanjut. ’’Untuk pengawasan saja, belum suspect (virus korona). Tapi karena ada kontak dari dari negara-negara lain dan hasil rontgen, pertimbangannya itu,” tandasnya.

Mantan Wadir Pelayanan RSUD Prof dr Soekandar ini, juga belum dapat memastikan berapa lama pasien akan dilakukan perawatan di ruang isolasi. Namun, kemarin, kondisi pasien yang belum fasih berbahasa Indonesia itu berangsur membaik. Meski demikian, keputusan untuk bisa keluar rumah sakit atau ruang isolasi, tergantung dari dokter spesialis paru selaku penanggung jawabnya. ’’Tadi pagi (kemarin, Red) sudah kondisinya baik, sadar. Datang pun dengan kondisi sadar, cuma kita kan hanya mengantisipasi saja,’’ imbuhnya.

Sementara itu, penanggung jawab ruang isolasi dr Gigih Setijawan Mars, menambahkan, keputusan untuk mengisolasi pasien WNA karena dinilai telah memenuhi sejumlah kriteria penanganan pada pasien yang dicurigai terjangkit virus korona. Di antaranya adalah terdapat gejala batuk, pilek, dan disertai sesak napas.

Bahkan sebelum memutuskan, pihaknya kembali melakukan rontgen ulang pada bagian dadanya. Hasilnya, pasien tersebut juga terindikasi pneumonia. ’’Memang kriteria masuk gejala pneumonianya ada,’’ sambungnya.

Di sisi lain, WNA yang berkontak langsung dengan pasien berasal dari India yang merupakan salah satu negara yang telah mengkonfirmasi adanya kasus Covid-19. Bahkan, sebelum berkunjung ke Tanah Air, kolega dari pasien tersebut juga sempat singgah ke Negeri Jiran Malaysia. ’’Dua-duanya adalah negara terjangkit (virus korona),’’ papar dokter spesialis paru ini.

Sehingga, pihaknya memutuskan bahwa pasien harus menjalani perawatan di ruang isolasi. Sebab, WNA asal negeri Bollywood itu dinilai telah memenuhi kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Selain mengalami gejala peneumoni, juga memiliki riwayat kontak langsung dengan WNA dari negara terdampak virus korona.

Namun, dia menyebutkan jika pasien belum memenuhi persyaratan untuk dilakukan pengambilan swab untuk diuji laboratorium. Sebab, dari hasil koordinasi dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya, uji swab dilakukan jika pasien mengalami panas lebih dari 38 derajat Celsius. Sementara itu, sebut Gigih, kondisi pasien terus membaik. ’’Pagi tadi (kemarin, Red) sesak sudah tidak ada, batuk berkurang, kondisinya bagus,’’ imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, RSUD Prof dr Soekandar menjadi rumah sakit yang mendapatkan surat penunjukan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu dari 44 RS rujukan awal pasien yang dicurigai terinfeksi virus korona. Tiga di antaranya merupakan RS tipe A yang menjadi rujuakn utama. Antara lain, RSUD Soetomo SUrabaya, RSUD Saiful Anwar Malang, dan RSUD dr Soedono Madiun.

(radarmojokerto.jawapos.com)

  • Dipublish : 6 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami