Disuntik Sinovac Sekali, Hanya Separo yang Kembali Vaksin Kedua

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Filipina (MARIANNE BERMUDEZ/INQUIRER)
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Filipina (MARIANNE BERMUDEZ/INQUIRER)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Para ahli mengingatkan agar populasi yang divaksinasi dengan vaksin Covid-19 disuntik lengkap yakni dua dosis. Pasalnya, ternyata dari data yang ada di Filipina, ada setengah dari populasi yang sudah divaksinasi dosis pertama namun mereka belum mendapatkan dosis kedua.

“Setengah dari mereka yang telah menerima dosis vaksin Covid-19 pertama mereka mungkin belum mendapat dosis kedua,” kata seorang ahli epidemiologi yang menasihati Satuan Tugas Antar-Lembaga untuk Manajemen Penyakit Menular yang Muncul (IATF-MEID) Filipina seperti dilansir Inquirer.

baca juga: Mulai Juli Setiap Hari 1 Juta Orang Divaksin Covid-19

Anggota kelompok kerja sub-teknis IATF untuk analisis data, dr. John Wong mencatat bahwa hanya sekitar 1 juta orang yang telah divaksinasi dengan suntikan pertama dari Sinovac dan Institut Penelitian Gamaleya, tapi separo belum menerima dosis kedua.

“Jika Anda melihat data sekitar tiga bulan, hanya melihat vaksin yang memiliki interval satu bulan untuk vaksinasi. Tetapi sejauh ini hanya sekitar setengah yang kembali,” kata Wong.

baca juga: WHO Puji Program Vaksinasi Covid-19 Indonesia, Tersukses Kedua di Asia

“Jadi mungkin, setengah dari orang yang telah mengambil dosis pertama mereka kehilangan dosis kedua mereka. Orang-orang ini perlu kita tindak lanjuti,” tambahnya.

Wong mengatakan para ahli belum memiliki informasi tentang alasan mengapa beberapa orang tidak kembali untuk dosis kedua mereka. “Itulah yang perlu dilakukan lebih lanjut oleh Kemenkes Filiina dan LGU (unit pemerintah daerah),” katanya.

Kemenkes Filipina telah menegaskan kembali bahwa vaksin akan memiliki potensi maksimum jika populasi menerima dosis penuh. Lebih dari 5,2 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di negara itu pada 31 Mei. Dari jumlah ini, lebih dari 4 juta diberikan sebagai dosis pertama dan baru 1,2 juta orang yang menerima suntikan kedua. (jpc/jm)

  • Dipublish : 12 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami