Ditanya Soal Terpidana Mati Kabur, Kalapas Tangerang Menghindar

Didampingi Kalapas Jumadi (kiri), Supriansa (tengah) anggota Komisi III DPR mengamati lubang jalur lubang pelarian Cai Changpan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (23/09/2020). Komisi III melakukan sidak terkait pelaksanaan sistem pengawasan terhadap narapidana untuk menggali informasi, data, dan fakta kasus kaburnya narapidana Cai Changpan dari Lapas Kelas I Tangerang pekan lalu. Cai Changpan yang merupakan terpidana mati kasus narkoba merupakan warga negara Tiongkok. Dia divonis hukuman mati setelah terbukti bersalah menyelundupkan sabu seberat 110 kilogram pada 2016 lalu. (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)
Didampingi Kalapas Jumadi (kiri), Supriansa (tengah) anggota Komisi III DPR mengamati lubang jalur lubang pelarian Cai Changpan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (23/09/2020). Komisi III melakukan sidak terkait pelaksanaan sistem pengawasan terhadap narapidana untuk menggali informasi, data, dan fakta kasus kaburnya narapidana Cai Changpan dari Lapas Kelas I Tangerang pekan lalu. Cai Changpan yang merupakan terpidana mati kasus narkoba merupakan warga negara Tiongkok. Dia divonis hukuman mati setelah terbukti bersalah menyelundupkan sabu seberat 110 kilogram pada 2016 lalu. (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Andika Dwi Prasetya menyatakan, terdapat lima petugas yang dianggap bertanggung jawab dalam kasus kaburnya Cai Changpan, terpidana mati kasus narkoba dari Lapas Kelas I Tangerang. Mereka saat ini dipindah tugaskan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, guna mempermudah pemeriksaan.

“Yang kita anggap sementara bertanggung jawab, kita tarik ke kakanwil itu untuk pendalaman lebih jauh,” katanya seperti dikutip Tangerang Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (24/9).

Andika mengungkapkan, napi tersebut tidak dikirim ke Lapas Nusakambangan, karena tidak masuk dalam kategori berisiko. Ditambah lagi, aksi kaburnya Cai Changpan saat di Rutan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur pada 24 Januari 2017, tidak dilaporkan.

“Tidak masuk pada kategori berisiko. Kan metodenya ukuran perilaku. Nah, kita tidak ada informasi (saat kabur pertama kali, Red),” jelasnya.

Andika sendiri juga mengaku heran ke mana tanah hasil galian dibuang. Untuk itu pihaknya terus melakukan pendalaman kepada saksi-saksi yang ada. “Itu kita gali terus, agar misteri ini bisa diketahui kan. Sayapun aneh,” ungkapnya.

Andika menuturkan, saat ini pengawasan terhadap lingkungan dan kerabat napi yang kabur sedang dilakukan. Bisa jadi, napi tersebut kabur ke keluarga atau ke kerabatnya. “Kami juga sudah melakukan penyekatan, agar Cai Changpan tidak melarikan diri ke negaranya. Kita sudah menyebar ke seluruh wilayah informasi Daftar Pencarian Orang (DPO),” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Tangerang Jumadi tidak mau memberikan tanggapan. Para wartawan yang memberondongnya dengan pertanyaan, saat keluar dari pintu lapas hingga ke mobilnya, tak satu pun dijawabnya. “Kan sudah sama pak kanwil tadi,” ujarnya. Ia terlihat kebingungan.

Jumadi sempat salah arah menuju mobilnya. Mobil Jumadi sejak dari awal di parkir di sisi kanan lapas. Begitu keluar dari pintu lapas dan dicegat wartawan, ia langsung berjalan tegesa-gesa berusaha menghindar, berjalan ke sisi kiri ke tempat parkir mobil. Sadar dia salah jalan, ia berjalan cepat mengubah arah ke kanan. Ke tempat ia memarkirkan mobilnya. Lalu masuk ke dalam mobil. Sang sopir pun tancap gas meninggalkan kerumunan wartawan. (jp)

  • Dipublish : 24 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami