Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia, untuk memadamkan api di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Pasalnya, kemunculan kabut asap lintas batas negara semakin nampak.

Tawaran bantuan tersebut, diutarakan Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim (MESTECC) Malaysia, Yeo Bee Yin melalui postingan di akun Facebook-nya, Selasa (10/9).

Dia mengatakan, saat ini ada kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk mengatasi kebakaran di wilayahnya. Pada Senin, pukul 16.00 sore, dua lokasi di negara tersebut Kuching dan Sri Aman ditemukan berada dalam kisaran yang sangat tidak sehat dari Indeks Pencemar Udara (API). Sedangkan sembilan stasiun API lainnya di Sarawak dan Lembah Klang berada di kisaran yang tidak sehat.

Kuching dan Sri Aman masing-masing mencatat 248 pada API, sementara Samarahan (199), Sarikei (154), Sibu (127), Miri (111) di Sarawak serta Batu Muda (101), Cheras (107), Johan Setia ( 150), Putrajaya (103) dan Nilai (107) di Lembah Klang berada dalam kisaran tidak sehat. Sebanyak 12 titik api terdeteksi di Sarawak, 426 di Kalimantan, dan 350 di Sumatra.

“Karena itu urgensi sekarang bagi Indonesia untuk memadamkan api. Pemerintah siap menawarkan segala bentuk bantuan untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera,” katanya.

Yeo mengatakan, MESTECC juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengirim surat diplomatik kepada pemerintah Indonesia mengenai masalah ini.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dijadwalkan bertemu pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Panggilan juga akan diatur oleh utusan Malaysia setelah pertemuan untuk Yeo untuk berbicara dengan mitranya dari Indonesia guna menegaskan kembali urgensi untuk membawa api di wilayah Indonesia di bawah kendali.

Pemerintah akan mengerahkan semua saluran diplomatik untuk meningkatkan urgensi kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak atas kabut asap,” katanya.

Menanggapi pernyataan itu,Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, menolak segala tudingan Malaysia yang menganggap Indonesia menjadi penyebab utama dari munculnya kabut asaphingga Kuala Lumpur.

Untuk itu, Siti berencana mengirim surat resmi kepada Duta Besar Malaysia dan diharapkan bisa diteruskan kepada menteri yang berwenang di Malaysia. Tujuan surat itu, untuk memberi pemahaman yang benar mengenai asal usul penyebaran asap.

“Kenapa Malaysia mengatakan seperti itu? Ada informasi yang dia tidak buka. Asap yang masuk ke Malaysia, ke Kuala Lumpur, itu dari Serawak kemudian dari Semenanjung Malaya, dan juga mungkin sebagian dari Kalbar. Harusnya obyektif dalam menjelaskannya,” katanya.

“Malaysia sendiri terpantau memiliki jumlah titik panas yang cukup banyak untuk menghasilkan asap di negaranya,” tambahnya.

Siti juga mengklarifikasi, bahwa kabar yang menyebut bahwa asap dari Riau menyeberang hingga Singapura. Menurutnya, berdasarkan pantauan satelit, asap dari Malaysia tidak mungkin menyeberang hingga Singapura lantaran dalam beberapa hari belakangan angin bergerak cukup kencang dari Semenanjung Malaya.

“Itu sebabnya mungkin juga, walaupun hot spot (di Malaysia) nggak banyak tapi asap lebih pekat karena yang di atas dia terhadang angin,” pungkasnya.

(der/fin)

Sumber: fin.co.id
  • Dipublish : 11 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami