Diultimatum Dijemput Paksa, Hadi Pranoto Akan Penuhi Panggilan

Hadi Pranoto yang disebut sebagai pakar Mikrobiologi dalam video milik Anji. (Repro Facebook Anji Manji)
Hadi Pranoto yang disebut sebagai pakar Mikrobiologi dalam video milik Anji. (Repro Facebook Anji Manji)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Polda Metro Jaya telah mengeluarkan ultimatum kepada Hadi Pranoto agar menghadiri panggilan penyidik. Jika tak kunjung hadir, maka penyidik akan menjemput paksa.

Pengacara Hadi, Muhammad Nur Aris memastikan Hadi akan memenuhi panggilan penyidik pekan ini. Menurutnya, kliennya akan kooperatif terhadap proses hukum.

“Kalau saya kira terkait pemanggilan itu beliau intinya akan hadir sebagai warga negara yang baik ya. Beliau akan patuh karena ini negara hukum,” kata Aris saat dihubungi, Selasa (8/9).

Sementara itu, terkait adanya ancaman penjemputan paksa dari penyidik, Aris merespons dengan tenang. Sebab, hal itu sudah menjadi kewenangan penyidik.

“Kalau Itu kan memang tupoksinya ya. Memang aturan hukumnya seperti itu, ketika pemanggilan kedua tidak hadir akan dilakukan jemput paksa. Saya kira itu kewenangan penyidik lah,” ucapnya.

Atas dasar itu, Aris memastikan Hadi akan memenuhi panggilan penyidik selama kesehatannya sudah pulih. Namun, sampai saat ini, dia sendiri mengaku belum mengetahui secara detail bagaimana kesehatan kliennya.

“Semuanya kan kalau soal kesehatan semuanya akan mengalami kondisi yang kadang kala tidak bisa diprediksi. Cuman karena kebetulan beliau dipanggil penyidik itu yang menjadi permasalahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Musisi Anji selaku pemilik akun Dunia Manji dan Hadi Pranoto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 3 Agustus 2020.

“Hari ini sudah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul18.30 WIB. Ini terlapornya disebut di sini jelas ada nama Hadi Pranoto, si profesor yang kemudian di interview sebagai narsum di acara itu. kemudian yang kedua ada pemilik akun YouTube @Duniamanji,” terang Muannas Alaidid usai membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya, Senin (3/8).

Keduanya dilaporkan dengan pasal menyebarkan berita bohong Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Muannas melaporkan kasus ini dengan membawa serta transkrip wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang sempat diunggah di YouTube dengan durasi kurang lebih setengah jam. Ia menilai pernyataan Hadi sangat berbahaya apabila pernyataannya yang mengklaim telah menemukan obat penangkal Covid-19 ternyata tidak benar. Namun apabila terbukti benar,ia berpandangan harus diapresiasi. (jp)

  • Dipublish : 8 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami