Dokter di Enrekang Tidak Percaya Covid-19, Satgas IDI Sulselbar Beri Jawaban Monohok

Ketua Satgas Covid-19 IDI Sulselbar, dr Abdul Azis.
Ketua Satgas Covid-19 IDI Sulselbar, dr Abdul Azis.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, MAKASSAR — Ketua Satgas Covid-19 IDI Sulselbar, dr Abdul Azis, angkat suara mengenai pernyataan salah satu dokter di Enrekang yang tidak percaya adanya Covid-19.

“Memang waktu dia belajar tidak ada (virus Covid 19). Sama waktu flu burung waktu saya masih sekolah tidak ada mungkin tahun 2007 atau 2008 baru ada,” katanya, Selasa (14/9/2021).

Pernyataan mengenai tidak adanya virus Covid-19 zaman dulu memang betul. Namun, dr Azis menegaskan bahwa seorang dokter harus terus mengembangkan ilmunya. Supaya tidak tertinggal dan mengikuti perkembangan zaman.

“Dia tidak salah, tetapi dia tidak apple to apple membandingkan zaman dengan zaman,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Enrekang dihebohkan dengan pernyataan kontroversial dari dr Adiany Adil.

Dokter yang bertugas sebagai dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu (Maspul) Enrekang itu memposting surat pernyataan mengenai ketidakpercayaan dengan Covid-19 di akun media sosial Facebooknya.

Adiany menjelaskan, surat pernyataan itu sebenarnya untuk sekolah sang anak. Pasalnya, setelah proses aktivitas sekolah selama tiga hari, Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Enrekang langsung menghentikan aktivitas tersebut.

“Pihak sekolah meminta bantuan karena aktivitas tiba-tiba dihentikan. Jadi saya buatlah surat pernyataan perihal Covid yang saya ketahui selama ini,” katanya

Adiany juga mengungkapkan, selama dirinya menjadi dokter di RSUD Maspul Enrekang, dokter tak pernah mendiagnosa adanya Covid-19 di tubuh pasien.

Rata-rata, kata dia, pasien didiagnosa Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan SARS. Sehingga menurutnya, hingga saat ini belum ada pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

“Makanya saya bilang di mana ini buku teori bagian mana Covid beredar. Jadi itu yang sebarkan itu adalah ilmu kedokteran ilmu pengetahuan,” ungkapnya. (fajar/jm)

  • Dipublish : 15 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami