Donald Trump: Habibie Pemimpin Hebat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania turut berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada Rabu (11/9) petang.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Gedung Putih, Jumat (13/9), Trump dan Melania turut merasakan kesedihan sebagaimana dialami rakyat Indonesia atas meninggalnya Bapak Teknologi itu.

Pada kesempatan itu Trump memuji Habibie, sebagai pemimpin yang hebat dalam menjaga persatuan dan keberagaman Indonesia, pasca lengsernya Soeharto pada 1998.

“Di tengah tantangan berat yang menyertai berakhirnya era Soeharto, Dr Habibie menjalankan kepemimpinan yang hebat dalam menjaga persatuan dan tradisi pluralistik Indonesia, dan dalam memfasilitasi kemunculan negara sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia,” demikian isi pernyataan Gedung Putih, Jumat (13/9)

Menurut Trum, Habibie juga seorang insinyur yang ulung. Namanya akan dikenang karena kontribusinya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia, termasuk dalam industri penerbangan dalam negeri.

“Contoh melambung tinggi dari kreativitas dan tekad masyarakat Indonesia,” ujarnya.

BJ Habibie menyelesaikan gelar S3 dengan nilai rata-rata 10 di Rheinisc Westfalische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, universitas teknik terbaik di Jerman.

Salah satu kontribusinya bagi dunia pernerbangan internasional adalah temuannya yang dapat menghitung “crack propagation on random” sampai ke atom-atomnya, yang menjadi penyebab keretakan di badan, terutama sayap pesawat. Karena temuan inilah dia dijuluki sebagai ‘Mr Crack’.

Temuan Habibie itu berawal dari jatuhnya pesawat Fokker 28 dan pesawat tempur Jerman, Starfighter F-104 G. Kasus itu menimbulkan kehebohan karena tak ada yang tahu penyebabnya.

Kala itu, Departemen Pertahanan Jerman menantang para ahli mencari penyebabnya. Namun, Habibie yang saat itu bekerja di perusahaan penerbangan Hamburger Flugzeugbau (HFB) berhasil menemukan penyebabnya.

Dari situlah Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Prediksi Habibie yang sangat populer lahir. Habibie menemukan teori itu pada 1965, saat usianya 28 tahun. Temuannya itu menjadi yang pertama di dunia penerbangan dan hingga kini masih digunakan industri pesawat terbang.

(der/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 14 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami