Dosen Universitas Budi Luhur Meninggal dalam Kondisi PDP Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Salah satu dosen Universitas Budi Luhur Jakarta, meninggal dunia terkait wabah virus korona atau Covid-19. Dia wafat pada Rabu (25/3) kemarin dengan kondisi pasien dalam pemantauan (PDP). Saat ini masih menunggu hasil laboratorium rumah sakit.

“Almarhum sebelumnya adalah pasien dalam pengawasan di salah satu Rumah Sakit di kawasan Tangerang Selatan. Almarhum telah dirawat sejak 7 Maret 2020,” kata Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Wendi menyampaikan, selama kurang lebih satu tahun terakhir, almarhum tidak aktif mengajar karena sedang mempersiapkan program doktoral S3 di Malaysia. Menurutnya, almarhum meninggal setelah didiagnosa typhus dan mengalami gangguang pneumonia.

“Sebagai langkah antisipasi, proses pemakaman jenazah telah dilakukan mengikuti protokol Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Tangerang Selatan,” ucap Wendi.

Untuk mencegah mewabahnya virus korona di kawasan Universitas Budi Luhur, kata Wendi, pihak universitas terus melakukan koordinasi dengan pigak keluar terkait informasi terbaru meninggalnya almarhum. Bahkan, Universitas Budi Luhur telah membentuk Budi Luhur Covid-19 Crisis Center sebagai langkah mitisigasi penyebaran virus korona.

“Tim ini akan melakukan kegiatan tracing kepada seluruh warga Universitas Budi Luhur secara up ti date terkait ditemukannya orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19.

“Apabila ditemukan salah satu warga Universitas Budi Luhur, maka tim akan melanjutkan dengan kegiatan monitoring. Serta mewajibkan yang bersangkutan untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” beber Wendi.

Untuk diketahui, almarhum aktif di berbagai asosiasi pada bidang teknologi informasi. Dia tercatat sebagai Sekretaris di Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI).

Kemudian almarhum juga tercatat sebagai Ketua Komunitas Free BSDIndonesia dan terakhir bergabung sebagai tim penulis buku BigData yang diprakarsai oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) pada 2019. (jp)

  • Dipublish : 26 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami