DPR Curiga Harun Masiku Disembunyikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Masih buronnya tersangka kasus suap Harun Masiku menjadi pertanyaan besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). DPR meminta penjelasan kepada lembaga antirasuah. Termasuk penyekapan sejumlah personel KPK di PTIK beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KPK pada Senin (27/1) kemarin, menanyakan kondisi terkini soal kasus tersebut. Harun Masiku yang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK pada 9 Januari 2020 lalu, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Ia beranggapan penangkapan Harun tidaklah sulit. Ia menyampaikan, jika seluruh anggota Dewan Pengawas dan Komisioner KPK mengetahui rumah Harun. Seharusnya, ada perkembangan terkini soal kasus tersebut. “Kasus teroris saja 3×24 jam sudah tertangkap pelakunya. Tolong, Masiku ini jangan terus disembunyikan. Tangkap saja. Bisa saja Tuhan sembunyikan dia atau setan yang sembunyikan Masiku, ya kan? Lalu mau siapa lagi,” ujar Benny di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan jika timnya selama ini terus bergerak mencari keberadaan Harun Masiku. “Anggota sudah bekerja. Tetapi tidak pernah kita ekspose. Tim sudah mencari dari tiga lokasi yang memungkinkan. Apa itu di Indonesia Timur, atau di Sumetera,” beber Firli.

Ia mengakui jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polri untuk melakukan penangkapan. “Sampai saat ini kami sudah mendatangi rumah istrin dan mertuanya. Sudah kita sampaikan. Kita minta mereka kasih tahu. Karena orangnya akan ditangkap,” tegas mantan Kabaharkam Polri ini.

Menurutnya, banyak pihaknya tidak mau tahu bagaimana prosesnya. Yang ingin diketahui adalah hasil. Ia meyakini, selama ini tidak ada tersangka kasus korupsi yang tak tertangkap. “Mungkin dia berpikir saja, berapa tahun ancamannya, berapa lama proses hukumnya. Saya memiliki keyakinan saudara HM akan tertangkap. Tinggal menunggu waktunya saja. Jika sudah tertangkap, nanti akan ketahuan tidak ada yang menyembunyikan,” ucapnya. Namun, jika terbukti ada yang berusaha menyembunyikan Harun, KPK juga memastikan akan ikut menangkap orang tersebut. Karena sudah berusaha menghalang-halangi kerja KPK.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III dari fraksi Gerindra Desmond Mahesa menanyakan siapa yang membocorkan agenda penggeledahan KPK ke kantor DPP PDIP pada 9 Januari lalu. “Pada saat melakukan tindakan di kantor PDIP, ini siapa yang membocorkan? Ini sumber berita awalnya. Jadi siapa yang memainkan. Ini yang membuat gaduh awalnya,” tanya Desmond.

Hal berbeda justru disampaikan anggota Komisi III Trimedya Panjaitan dari fraksi PDI Perjuangan. Ia tidak terima dengan ucapan tersebut. Dia menyatakan keberatannya kepada pimpinan rapat. “Kita boleh kejar orangnya, tapi tolong jangan sebut partai. Jadi melalui pimpinan, kami keberatan dengan penyebutan nama partai seperti itu,” timpal Trimedya. (khf/fin/rh)

  • Dipublish : 28 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami