DPR Minta Pemerintah Segera Bentuk Satgas Virus Korona

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan supaya pemerintah perlu membentuk satuan tugas (Satgas). Nantinya mereka dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. ‎ (dok JawaPos.com)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan supaya pemerintah perlu membentuk satuan tugas (Satgas). Nantinya mereka dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. ‎ (dok JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,– Saat ini dua warga negara Indonesia (WNI)‎ positif terpapar Virus Korona. Keduanya sedang mendapat perawatan khusus di Rumah sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan supaya pemerintah perlu membentuk satuan tugas (Satgas). Nantinya mereka dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Karena pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pencegahan supaya virus tersebut tidak meluas. Sehingga bisa meredam kepanikan masyarakat.

“DPR meminta pemerintah untuk mengambil langkah lebih jauh dan strategis sehingga, kemungkinan bisa lebih bagus kalau Menko PMK yang mengambil langkah strategis,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/3).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, saat ini Menko PMK Muhadjir perlu menjadi pemimpin terkait Virus Korona tersebut. Sehingga nantinya tinggal diteruskan oleh menteri-menteri di bawahnya terkait penanganan Virus Korona.

“Mungkin bagusnya Menko PMK mengambil alih, kemudian lintas kementerian untuk mengorganisir dan segera membentuk crisis center virus korona,” katanya.

Pembentukan satgas ini menurut Dasco supaya negara-negara lain yang berinvestasi di Indonesia tidak panik dan takut dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

“Tujuannya sekaligus meyakinkan juga pada investor luar negeri dan pelaku ekonomi bahwa pemerintah tidak tinggal diam saja untuk melindungi negara dan rakyat Indonesia terhadap corona,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dua Warga Negara Indonesia (WNI) tertular Virus Korona. Dua WNI tersebut sempat melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi Virus Korona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Dua pasien positif virus Korona di Indonesia, ibu dan anak itu adalah warga Depok. Kepastian itu diungkapkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Rumah sakit pusat infeksi Sulianti Saroso di ruang khusus. Yang tidak terkontak dengan yang lain,” tegas Terawan dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Mereka berdua ternyata warga dan domisili di Depok dekat dengan Jakarta. Tentunya pemerintah harus melacak kontak siapa saja yang sudah berkomunikasi dengan ibu dan anak tersebut

“(Usianya anaknya) 31 tahun, usia ibunya (61 tahun). Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Jakarta, daerah Depok,” kata Terawan.

Mereka terdeteksi pada 1 Maret 2020. Terawan memastikan keduanya terkena virus saat berada di Jakarta. “Kami sudah dengar berita. Kami langsung lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya memang dikabarkan ada warga negara Jepang yang terinfeksi virus Korona di Malaysia bernama Jin. Diketahui, Jin punya riwayat melakukan perjalanan ke Bali. Dan kedua pasien WNI tersebut diduga punya kontak dengan pria Jepang tersebut. (jp)

  • Dipublish : 2 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami