DPR Pertanyakan Keterkaitan Ruangguru dengan Proyek Kartu Prapekerja

Dok. Foto: Raka Deny/Jawa Pos
Dok. Foto: Raka Deny/Jawa Pos
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Pemerintah menggandeng Skill Academy by Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja. Hal itu kemudian menjadi sorotan publik, karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, ‎pemerintah diharapkan lebih terbuka dalam menjelaskan alasan-alasan pemilihan suatu lembaga yang direkrut. Termasuk keterlibatan lembaga Ruangguru. Ini penting sebab harapan masyarakat agar program ini berhasil sangat besar.

“Ruangguru ini kan diketahui adalah milik salah seorang staf khusus milenial presiden. Dan sekarang banyak dipertanyakan oleh masyarakat,” ujar Saleh kepada wartawan, Jumat (17/4).

Saleh pun mempertanyakan apakah sebelumnya Ruangguru tersebut telah melakukan seleksi dari pemerintah. Sehingga hal ini perlu dijabarkan oleh pemerintah itu sendiri.

“Apakah start up Ruangguru ini sudah mengikuti seleksi sebelumnya? Atau ditetapkan saja oleh PMO (project management officer),” ujarnya.

“Saya tidak tahu apakah ada pendaftaran dan seleksi pada lembaga pelatihan yang ingin bergabung? Setidaknya, informasi terkait keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan dalam program kartu prakerja dinilai sangat terbatas,” tambahnya.

Oleh sebab itu, agar tidak menimbulkan perdebatan dan kecemburuan bagi lembaga-lembaga pelatihan yang ada. Maka pemerintah sebaiknya turun tangan memberikan penjelasan supaya bisa terbuka di kalangan publik.

“Dengan begitu, program ini dapat dilaksanakan dan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” katanya.

‎Selain itu Saleh mengatakan, Kartu Prakerja diharapkan dapat mendatangkan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, program ini harus direncanakan secara matang. Semua aspek terkait harus dipelajari dengan baik.

‎Sementara pendiri Ruangguru Adamas Syah Belva Devara‎ akihrnya ikut berbicara dengan polemik tersebut. Lewat akun Twitter resmi miliknya @AdamasBelva dia mengatakan tidak mengetahui perusahaan yang ia rintis dipilih menjadi mitra Kartu Prakerja.

“Saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapu di program Prakerja termasuk besaran anggarannya maupun mekanisme teknisnya. Semua dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO),” katanya.

Sehingga Adamas mengatakan tidak ikut campur dengan program pemerintah di Kartu Prakerja. Bahkan buktinya dirinya tidak pernah menghadiri pembahasan tersebut.

“Dapat dicek di semua daftar kehadiran, rapat mengenai Prakerja bersama Kemenko dan PMO, saya tidak pernah hadir,” ungkapnya. (jp)

  • Dipublish : 17 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami