DPR Uji Calon Kapolri Pekan Ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis akan menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI pekan ini. Dewan ingin tahu lebih banyak terkait visi dan misi jenderal polisi bintang tiga itu dalam mengembangkan Polri ke depan. Selain itu, jangan membandingkan gaya kepemimpinan Idham dam Tito Karnavian. Sebab, setiap orang punya style tersendiri dalam memimpin sebuah institusi.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, pekan ini dilakukan pembentukan komisi-komisi dan pengisian anggota Komisi III DPR. Selanjutnya, dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. “Insya Allah pekan ini uji kelayakan calon Kapolri. Targetnya pekan ini urusan komisi dan lain-lain sudah bisa dilakukan dan selesaikan. Biar cepat selesai dan kapolri baru dapat segera dilantik,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/10).

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, dewan akan menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus). Rencananya, pada Selasa (29/10), DPR akan mengadakan Rapat Paripurna dengan agenda menugaskan Komisi III melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. “Kita akan lihat hasil Rapim dan Bamus pada hari ini. Insya Allah proses yang diharapkan bisa dapat berjalan tidak terlalu lama,” ujarnya.

Seperti diketahui, Komjen Pol Idham Azis diusulkan menjadi calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Kabareskrim Polri itu diajukan sebagai pengganti Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian yang diangkat sebagai Mendagri. Sufmi menyebut hingga kini belum ada anggota DPR yang menolak usulan tersebut. “Sampai saat ini saya belum melihat adanya penolakan pada sosok yang diusulkan oleh presiden,” jelas Dasco.

Menurutnya, Idham memiliki kapabilitas mumpuni untuk menjabat Kapolri. Namun, menurut Dasco, hal itu adalah pendapat pribadinya. “Saya nggak bisa mewakili seluruh DPR. Tapi kalau menurut saya sosok Pak Idham Azis saya pikir dari segi kapasitas, angkatan, hasil kerja, sudah memenuhi kapasitas sebagai calon Kapolri,” tutur politisi Gerindra tersebut.

Sementara itu, pakar hukum pidana Chairul Huda menilai Idham Azis memiliki rekam jejak yang sangat baik. Sehingga layak diusulkan sebagai calon Kapolri. Menurutnya, usulan tersebut sudah tepat. “Normatifnya memang harus memenuhi syarat dan bintang tiga. Cukup senior dan punya track record baik. Tidak ada hal yang negatif yang diangkat atau sempat diberitakan. Menurut saya tidak ada masalah,” kata Huda.

Apalagi, saat ini Idham juga menjabat sebagai Kabareskrim Polri dengan pangkat bintang tiga. Presiden, lanjutnya, dalam mengusulkan calon Kapolri tentu meminta pertimbangan dan pendapat dari berbagai pihak. Salah satunya Kompolnas. Dia meminta publik tidak membanding-bandingkan gaya kepemimpinan Idham dengan Tito Karnavian. Sebab setiap orang punya gaya sendiri dalam memimpin sebuah institusi. Sehingga tidak bisa disamakan satu dengan lainnya.

“Tito dengan gaya kepemimpinannya adalah masa lalu buat Polri. Tugas Pak Tito di Polri , sudah selesai. Idham Azis tentu punya gaya kepemimpinan tersendiri. Tidak bisa kemudian mengharapkan gayanya harus sama. Tentu berbeda, masing-masing orang kan punya style tersendiri,” paparnya.

(rh/fin)

  • Dipublish : 29 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami