Dua Staf Sekjen PDIP Kena OTT KPK, Hasto: Masalah Hukum Menjadi Urusan Masing – Masing

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Dua staf Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dikabarkan ikut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam akun twitternya pun menduga demikian. Dua staf tersebut diduga berinisial D dan S.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Hasto mengaku belum tahu pasti soal kebenaran dua stafnya yang ikut terseret kasus tersebut. “Sampai saat ini kita masih belum tahu karena itulah kita menunggu keputusan dan apa yang disampaiakan oleh KPK,” kata Hasto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Hasto menegaskan, partainya mendukung penuh upaya KPK dalam mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. Sebagai Sekjen Partai dia memang bertanggungjawab terhadap pembinaan seluruh kader partai. Seluruh ataf sekretariat memang dibawah pertanggungjawaban Sekjen.

Namun, Hasto mengatakan, salah satu di antara D dan S adalah kader PDIP. Sebab, jika terkait masalah hukum maka menjadi urusan masing-masing.

“Sebagai kader PDIP dia seharusnya menjanlankan garis-garis kebijakan ideologi partai termasuk untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum,” jelasnya.

Lalu saat disinggung keberadaan dua stafnya tersebut, Hasto mengaku tidak tahu. “Saya tidak mengetahui karena sakit diare tadi. Sehingga dalam konteks seperti ini kami fokus dalam persiapam HUT ke-47 dan Rakernas yang pertama,” pungkasnya.

Sebelumnya, komisioner KPU Wahyu Setiawan terjaring OTT KPK pada Rabu (8/1) siang. KPK menduga telah terjadi pemberian dan penerimaan suap. “Iya benar, Komisioner KPU atas nama WS (Wahyu Setiawan),” kata Ketua KPK Firli Bahuri dikonfirmasi, Rabu (8/1).

Firli menyampaikan, tim satgas penindakan KPK turut meringkus pemberi dan penerima suap dalam operasi kedap tersebut. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci terkait penerimaan suap tersebut.

“Pemberi dan penerima suap kita tangkap,” terang Firli.

KPK juga turut mengamankan seorang politikus dalam OTT terhadap Wahyu Setiawan. Namun, belum diketahui sosok politikus tersebut.

“Saya dapat infomasi empat orang yang disebutkan hanya WS, ada politikus siapa namanya, saya belum dapat namanya,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/1) malam. (jp)

  • Dipublish : 10 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami