Ekonomi Sulsel Tumbuh Lebih Baik di Atas Nasional

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) merevisi target pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tetapi di Sulsel justru diperkirakan tumbuh lebih tinggi di tahun 2021.

Awalnya prakiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 pada kisaran 4,8 – 5,8 persen. Namun direvisi BI turun dikisaran 4,3 – 5,3 persen.

Bedanya, di Sulsel justru diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Budi Hanoto yakin akan itu.

“Tekanan ekonomi akibat Covid-19 mulai mereda. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha, di Sulsel,” kata Budi, kemarin.

Perbaikan ekonomi lanjutnya, dari sisi eksternal diperkirakan akan ditopang oleh pemulihan aktivitas ekonomi negara mitra dagang utama Sulsel. Serta harga komoditas ekspor nikel yang berada dalam tren meningkat.

Harga nikel dunia pada Januari 2021 tercatat tumbuh 32,18 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada bulan Desember yang tercatat tumbuh 27,89 persen (yoy).

“Lapangan usaha utama Sulsel diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada tahun 2021. Didukung perbaikan konsumsi masyarakat dan terjaganya kelancaran aktivitas logistik,” jelasnya.

BI Sulsel mendata, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2021 mulai mengalami perbaikan. Meskipun masih dalam fase kontraksi -1,26 persen (yoy), tetapi tidak sedalam kontraksi pada Desember 2020 yang mencapai -7,14 persen (yoy).

Senada dengan hal tersebut, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Sulsel juga mengindikasikan perbaikan kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2021.

Di sisi lain, indikator penyaluran kredit perbankan ke sektro perdagangan mengalami perbaikan meski masih terkontraksi sebesar -1,5 persen (yoy), tetapi tidak sedalam pada Desember 2020 yang mencapai -1,83 persen (yoy).

Sementara itu, lapangan usaha konstruksi juga diperkirakan meningkat, sejalan dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis yang telah berjalan seperti Bendungan Pamukkulu dan Karalloe. Serta upaya percepatan penyelesaian PSN Makassar New Port dan Kereta Api Makassar – Parepare.

“Penyaluran kredit ke sektor konstruksi juga tercatat tumbuh 11,60 (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV yang tumbuh -2,51 persen (yoy),” paparnya.

Senada, Pengamat Ekonomi Unhas, Hamid Paddu yakin, perekonomian Sulsel tumbuhnya akan lebih baik dari nasional. Meski kontraksi ekonomi masih akan terjadi, sejalan belum berakhirnya pandemi Covid-19.

Tetapi kontraksi tersebut, menurutnya terus mereda sejalan dengan mulai jalannya vaksinasi dan kucurnya beberapa stimulus fiskal dari pemerintah dalam upaya mendorong daya beli.

Mulai dari subsidi gaji dan relaksasi pajak. Hingga terbaru bebas uang muka nol persen untuk sektor properti dan otomotif.

“Nasional dikoreksi tumbuh 4,5 persen. Tetapi di Sulsel bisa tumbuh di atasnya mencapai 5 – 5,5 persen,” terang Ekonom Kementerian Ekonomi RI.

Perkiraan tersebut menurutnya bahkan bisa lebih baik. Asal proses vaksinasi juga bisa dilakukan lebih cepat. Tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun. “Karena selama pandemi belum usai, selama itu pula ekonomi akan terganggu,” bebernya. (fajar.co.id)

  • Dipublish : 22 Februari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami