Ekspor Industri Mainan Terus Meningkat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, ekspor industri mainan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini tercermin dari capaian nilai ekspornya selama tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Kemenperin, jumlah pengapalan produk mainan anak sepanjang 2018 mencapai USD320 juta. Angka itu melonjak menjadi USD343 juta pada 2020.

“Industri mainan anak Tanah Air semakin meningkatkan inovasi produk, sehingga berdaya saing dengan impor. Dengan begitu, Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga : BI: Peningkatan Ekspor Sangat Mendorong Perbaikan Ekonomi Nasional

Agus mengatakan, bahwa sejauh ini performa industri mainan anak nasional menunjukkan tren yang positif. Indonesia sebagai pasar yang besar menjadi peluang bagi pengembangan industri mainan anak.

“Potensi kita, terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini termasuk yang memiliki orientasi ekspor,” tuturnya.

Upaya menggenjot ekspor produk mainan nasional, Kemenperin mengaku telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Selain itu, memfasilitasi kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

“Ini menjadi kesempatan bagi para pelaku IKM untuk memperluas pasar ekspornya, dengan memperlancar proses produksi mereka,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Baca Juga : Investasi Rp3 Triliun, Pelabuhan Ekspor Internasional Akan Hadir di Bantaeng

Agar kinerja sektor industri mainan semakin produktif dan berdaya saing di tingkat global, kata Gati, Kemenperin telah mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa super deductible tax.

Selain itu, sektor industri mainan juga dapat memanfaatkan fasilitas fiskal berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP).

“Bahkan, dalam upaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas, pemerintah menerapkan pemberlakuan SNI mainan anak secara wajib,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 17 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami