Ekspor Perikanan ke Korsel Tembus USD1 Juta

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengupayakan peningkatkan ekspor produk sektor perikanan ke Korea Selatan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan business matching dan menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan importir Korea Selatan yang berencana membeli produk perikanan.

Penandatanganan ini difasilitasi Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan Ni Made Kusuma Dewi dan Wakil Kepala ITPC Haryono Widy, yang berlangsung pada hari ini, Jumat (29/11) di Seo-ku, Busan, Korea Selatan.

Produk-produk yang diminati Korea Selatan tersebut meliputi ikan makarel, ikan layur, dan cumi. Nilai ini diproyeksikan mencapai USD1 juta.

Sebagai catatan, selama 2018 total ekspor perikanan Indonesia secara keseluruhan mencapai USD4,5 miliar. Adapun menurut catatan Kementerian Perdagangan, impor ikan yang dilakukan oleh Korea Selatan tiap tahunnya terus meningkat.

Dalam catatan Kementerian Perdagangan, dalam 6 tahun terakhir rata-rata impor perikanan Negeri K-Pop tersebut telah mencapai USD3,6 miliar.

Selama ini, importir Korea Selatan membeli produk perikanan dari Rusia. Selain itu, juga mendapatkan pasokan dari produsen Korea Selatan. Importir tersebut bekerja sama dengan perusahaan grosir untuk mendistribusikan produk perikanan ke seluruh pasar Korea Selatan dan tujuan negara ekspor.

“Perusahaan Korea Selatan berharap kerja sama dengan Indonesia ini akan meningkatkan nilai perdagangan sektor perikanan yang lebih baik bagi kedua negara,” kata Kepala Biro Humas Olvy Andrianita, Jumat (29/11).

Usai penandatanganan, lanjut Olvy, importir Korea Selatan dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat untuk melihat fasilitas ekspor perusahaan perikanan Indonesia dan produk yang dihasilkan.

Terlebih lagi, Importir Korea Selatan juga ingin memastikan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Indonesia dan sertifikat kesehatan Indonesia yang sangat diperlukan dalam

“Rencananya, impor poduknya juga akan diambil dari beberapa produsen Indonesia. Jadi, ini pertama kalinya bagi importir Korea Selatan mengimpor produk perikanan dari Indonesia,” jelas Olvy.

Kepala ITPC Busan menambahkan, Kemendag akan terus memfasilitasi eksportir Indonesia dan Korea Selatan yang akan melakukan ekspor.

“Untuk tindak lanjut LoI ini, Kemendag akan bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai otoritas yang bekompeten di produk perikanan,” pungkasnya.

(dIm/fin/der)

  • Dipublish : 30 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami