Elpiji 3 Kg Mahal dan Langkah, Ahmad Dollah: Digunakan Petani dan Peternak di Sidrap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SIDRAP — Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram kembali langkah di Kabupaten Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kelangkaan gas elpiji 3 Kg tersebut merata, utamanya di wilayah Kecamatan Panca Lautang, Tellu Limpoe, Watang Pulu, dan Watang Sidenreng.

Bukan hanya langka, harganya pun jauh lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Harga tabung gas ukuran 3 kilogram di pangkalan dijual dengan harga Rp17-18 ribu/tabung. Sementara harga di tingkat pengecer bervariasi, mulai dari Rp27 ribu hingga Rp30 ribu pertabung. “Mahal dan susah didapat. Tadi saya beli Rp30 ribu pertabung. Ini keliling cari di Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, baru dapat,” kata Dina sala seorang ibu rumah tangga, Senin, 29 juli.

Dia mengatakan, kelangkaan ini terjadi sudah sepekan terakhir dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda kembali normal. Kepala Bidang Perdagangan Sidrap, Ahmad Dollah membenarkan adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Sidrap. “Betul, kami sudah turun melakukan pemantauan. Memang gas elpiji 3 Kg kembali langkah, ini sementara kami cari jalan keluarnya,” ucapnya.

Kelangkaan tersebut, kata dia diakibatkan karena gas ini kembali digunakan petani untuk pompanisasi sawah, serta peternak ayam. Tak hanya itu, usaha industri laundry juga saat ini banyak menggunakan gas tersebut sehingga kembali langkah. “Inilah yang menjadi permasalahan setiap tahun di Sidrap sehingga gas 3 Kg setiap saat langkah karena banyak yang pake bukan peruntukannya,” katanya. Dikatakannya, pihaknya sudah kembali menyurat ke pertamina melalui bagian ekonomi untuk meminta tambahan kuota gas elpiji. (ira/ade)

 

Sumber:parepos.fajar.co.id

  • Dipublish : 29 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami