Enam Daerah di Jatim Masuk Zona Merah Covid-19

Infografis sebaran zona kasus Covid-19 di Jatim sesuai data nasional per pukul 16.00 WIB, Rabu (16/12). (Tangkapan Layar/Antara)
Infografis sebaran zona kasus Covid-19 di Jatim sesuai data nasional per pukul 16.00 WIB, Rabu (16/12). (Tangkapan Layar/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id,– Sebanyak enam daerah di Provinsi Jawa Timur tercatat masuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19. Berdasar data nasional yang diterima Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Rabu (16/12), pukul 16.00 WIB, enam daerah yang berisiko tinggi penularan itu, Kabupaten Kediri, Jember, Banyuwangi, Tuban, Kota Blitar, serta Kota Malang.

”Kasusnya sekarang meningkat lagi setelah sempat melandai hingga ada enam daerah statusnya zona merah,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir dari Antara di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (16/12) malam.

Secara rinci, per Rabu (16/12), di Kabupaten Kediri bertambah 40 kasus sehingga total mencapai 1.885 kasus, Jember juga bertambah 40 kasus sehingga total 3.692 kasus, Banyuwangi bertambah 61 kasus sehingga total 3.539 kasus, dan Tuban bertambah 23 kasus sehingga total mencapai 1.205 kasus. Untuk Kota Blitar bertambah 10 kasus sehingga totalnya 447 kasus serta Kota Malang bertambah 91 kasus sehingga totalnya 2.925 kasus.

Selain itu, di Jatim saat ini, tak ada satu pun yang daerah berstatus zona kuning atau berisiko rendah. Sebab 32 kabupaten/kota lain masuk zona oranye atau berisiko sedang. Sebanyak 32 daerah tersebut, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun dan Magetan.

Selain itu, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, serta Kota Batu.

Berdasar peta situasi Covid-19 dari data nasional, angka kumulatif konfirmasi 72.124 kasus, setelah Rabu (16/12) mendapat 755 kasus tambahan baru. Secara rinci, konfirmasi dirawat 4.831 kasus (6,7 persen), konfirmasi sembuh 62.277 kasus (86,35 persen), serta konfirmasi meninggal dunia 5.016 kasus (6,95 persen).

Gubernur Khofifah berharap seluruh masyarakat Jatim, tak berhenti menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebab, saat ini dinilainya agak longgar.

”Ingat, pandemi belum berakhir. Jangan lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Laksanakan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir,” terang Khofifah.

Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menyampaikan, imbauan akhir tahun untuk tak menggelar berbagai acara apapun sebagai tepat demi menekan laju penularan kasus.

”Menjelang akhir tahun, jangan sampai lengah dan abai terhadap protokol kesehatan. Masyarakat harus patuh dan tidak meremehkan Covid-19,” tutur Joni yang juga direktur RSUD Soetomo tersebut.(jawapos.com)

  • Dipublish : 17 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami